Ada Mutasi 'Hybrid' Virus Corona Ancam Jadi Gelombang Baru, Indonesia Sudah Siap?
Pixabay/Pete Linforth
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Peneliti mendapati virus Corona yang mengalami mutasi 'oplosan' alias hybrid yang dikhawatirkan bisa menjadi pemicu gelombang baru wabah. Bagaimana kesiapan Indonesia menghadapinya?

WowKeren - Mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 menjadi salah satu aspek yang wajib diwaspadai masyarakat. Bahkan yang terbaru ada istilah "mutasi hybrid", menggambarkan virus Corona yang mengalami mutasi gabungan dari beberapa varian.

Mutasi hybrid ini dikhawatirkan bisa menjadi pemicu terbentuknya fase baru pandemi COVID-19. Salah satu contoh adanya mutasi hybrid adalah soal temuan varian virus yang mengalami mutasi gabungan dari varian B117 Inggris dan B1429 California.

"Peristiwa semacam ini dapat memungkinkan virus untuk menggabungkan virus yang lebih menular dengan virus yang lebih kebal," tegas ahli biologi komputasi di Laboratorium Better Korber, mengingatkan ancaman di balik mutasi "oplosan" ini. Lantas dengan risiko besar yang dihadapi, sudah siapkan Indonesia untuk itu?

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut pemerintah sudah mengantisipasi hal-hal semacam itu dengan surveilans genom. Dan menurut Wiku, hingga kini, varian baru virus Corona yang merebak di sejumlah negara belum ditemukan di Indonesia.


Wiku menyebut, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan sudah bekerja dengan baik dalam whole genome sequencing. Hasil WGS ini kemudian dikirimkan ke bank data GISAID, meski Wiku tak menampik jika jumlah kontribusi Indonesia di sana masih kalah jauh daripada negara lain.

"Sampai sekarang 392 sampel itu di-WGS-kan, nggak ketemu baik berupa strain yang Afrika Selatan sama Brasil," ujar Wiku dalam sebuah konferensi pers, Jumat (26/2). Terkait sumber sampel untuk WGS, dijelaskan Wiku berfokus pada sejumlah orang yang melakukan karantina saat kedatangan ke Indonesia.

"Ngumpulinnya misalnya di beberapa karantina itu sudah ada," jelas Wiku. "Di mana pintu masuknya di Batam, di Surabaya."

Di sisi lain, kekhawatiran soal adanya varian baru virus Corona yang telah bermutasi di Indonesia memang kerap disuarakan para ahli. Sedangkan dari sisi global, berbagai mutasi terus dilaporkan termasuk varian B.1.526 asal New York yang diklaim bisa kebal terhadap vaksin hingga menempel lebih kuat di dalam tubuh.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts