SBY Dituduh Jadi Pelaku Kudeta Demokrat dan Rebut Kekuasaan Dari Anas Urbaningrum
Instagram/aniyudhoyono
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Mantan kader Demokrat, Jhoni Allen menyebut sosok sebenarnya yang telah melakukan kudeta Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini pengakuannya.

WowKeren - Mantan kader Demokrat, Jhoni Allen Marbun baru saja dipecat oleh Demokrat karena isu kudeta. Setelah bungkam, Jhoni akhirnya angkat berbicara dan balas menuduh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jhoni menyebut Presiden RI Ke-6 itu merupakan sosok yang sebenarnya melakukan kudeta di tubuh Demokrat. SBY disebut telah melakukan kudeta terhadap mantan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum yang terjerat kasus korupsi.

”Siapakah orang yang pernah mengkudeta Partai Demokrat? Mari kita buka fakta sejarah,” kata Jhoni dalam keterangan videonya, Senin (1/3). “Pada saat Anas Urbaningrum terpilih sebagai Ketum Partai Demokrat secara Demokratis pada kongres kedua di Bandung tahun 2010, dalam perjalanannya Anas tersandung masalah hukum.”

Jhoni menuding SBY langsung melakukan kudeta begitu tahu Anas tersandung kasus hukum di Tanah Air. Hal itu dilakukan SBY dengan membentuk sebuah presidium.


”Namum belum status tersangka, SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan juga Presiden RI mengambil kekuasaan ketum Anas Urbaningrum dengan cara membentuk presidium di mana ketuanya adalah SBY,” beber Jhoni. “Wakil ketua Anas Urbaningrum yang tidak memiliki fungsi lagi dalam menjalankan roda Partai Demokrat sebagai ketum.”

Setelah Anas menjadi tersangka kasus korupsi, Jhoni mengatakan SBY kembali membangun strategi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) partai tahun 2013. Ia mengaku diminta SBY untuk membujuk Marzuki Alie agar tak maju sebagai ketum.

”Inilah kudeta yang pernah terjadi di tubuh Partai Demokrat setelah Anas menjadi tersangka,” jelas Jhoni. “Terjadilah KLB pertama atau kongres ketiga Partai Demokrat di Bali tahun 2013 untuk melanjutkan sisa kepemimpinan Anas hingga 2015.”

”Di mana beliau (SBY) mengatakan hanya akan meneruskan sisa kepemimpinan Anas,” sambungnnya. “Sehingga saya Jhoni Allen Marbun diperintahkan oleh SBY untuk membujuk Marzuki Alie yang saat itu menjabat ketua DPR untuk tidak maju sebagai kandidat ketum Demokrat. Padahal pada kongres kedua (tahun) 2010 memperoleh suara kedua terbesar setelah Anas.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts