Nakes Sudah Divaksinasi COVID-19, Bakal Pengaruhi Angka Kematian Pada Dokter?
Unsplash/Samuel Regan-Asante
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT mengaku ada penurunan kasus kematian pada nakes. Namun, belum bisa dipastikan hal ini berkaitan dengan vaksin COVID-19.

WowKeren - Tenaga kesehatan (nakes) di Tanah Air telah mendapatkan suntikan vaksin virus Corona (COVID-19). Lantas, apakah pemberian vaksin ini dapat mempengaruhi angka kematian kepada para dokter akibat virus Corona di Indonesia?

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT mengaku ada penurunan kasus kematian pada nakes. Namun, hal ini belum bisa dipastikan terkait pemberian vaksin Corona.

dr Adib menyebut korelasi menurunnya kematian dokter dengan vaksin Corona belum bisa disimpulkan lantaran belum semua tenaga kesehatan mendapat vaksinasi Corona dosis kedua. "Apakah ada korelasi positif untuk vaksinasi yang dijalankan untuk nakes, karena target yang diberikan adalah sekitar 1,4 juta dan sudah ada 1 juta yang divaksinasi tapi belum semuanya dapat vaksinasi yang kedua," ungkapnya dalam konferensi pers pada Senin (1/3). "Jadi kita belum bisa mengatakan bahwa memang ada tren yang menurun terkait dengan angka kematian daripada dokter khususnya karena data kami adalah data dokter."


Lebih lanjut, dr Adib menjelaskan pemerintah sudah melakukan upaya perlindungan khusus pada tenaga kesehatan dengan melibatkan segala pihak. Termasuk Satgas Penanganan COVID-19 bersamaan dengan tim mitigasi PB IDI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

"Kemudian yang kedua ada upaya perlindungan nakes di satgas penanganan COVID-19 dan ini adalah tentunya upaya yang terintegrasi bersama-sama dengan kami juga di tim mitigasi, baik itu di tim mitigasi idi, ppni dan lain sebagainya," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, angka kematian dokter karena COVID-19 tercatat sebanyak 325 per tanggal 28 Februari 2021. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan Desember dan Januari yang masing-masing mencatat angka kematian 55 dan 59 dokter.

Meski penurunannya tidak begitu signifikan, hal ini tetap harus diapresiasi. Hal ini juga terkait dengan angka pasien yang dirawat di ruang isolasi juga mengalami tren penurunan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts