Soal Sekolah Tatap Muka Bulan Juli 2021, Ini Kata Pemprov DKI
Unsplash/MChe Lee
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pihaknya belum membahas terkait pembukaan sekolah tatap muka yang rencananya bakal dilakukan bulan Juli mendatang.

WowKeren - Pemerintah tengah mengumumkan rencana pembukaan sekolah tatap muka di bulan Juli mendatang. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pihaknya belum membahas terkait pembukaan sekolah tatap muka tersebut.

"Sekolah tatap muka nanti kita akan lihat, kita belum membahas sejauh itu," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/3). Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memastikan siswa bisa belajar jarak jauh dengan kondisi yang baik.

Karena hal itu, pihaknya memberi bantuan kepada siswa mulai dari pulsa hingga menambah jaringan internet. "Bisa menerima materi dari gurunya, itu jauh lebih penting yang kita pikirkan, sehingga kami memberikan bantuan pulsa, menambah jaringan Wifi, internet. Para guru, sekolah, kami minta terus lakukan inovasi, kreativitas, berbagai metode agar memudahkan anak-anak bisa menerima pelajaran dengan baik," ujarnya.


Di sisi lain, NasDem DKI Jakarta meminta Pemprov untuk segera membahas rencana pembukaan sekolah tatap muka. Pasalnya, banyak orang tua siswa mengeluhkan selama sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Saya rasa untuk saat ini adalah waktu yang tepat untuk dilakukan pembahasan (sekolah tatap muka) karena untuk kita lihat dari positivity rate karena sudah mulai setidaknya di bawah 5%. Jadi banyak pengamat mengatakan relatif aman untuk membuka kembali sekolah ketika positivity rate di angka 5% atau di bawah itu," ujar Bendahara Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, Selasa (2/3). "Jadi positivity rate ini merupakan salah satu komponen yang digunakan untuk mengukur kapabilitas sebuah negara dalam mengendalikan penyebaran virus COVID-19 ini."

Selain itu, selama penerapan belajar online banyak siswa sulit memahami apa yang disampaikan guru. Selain itu dia juga menemukan anak-anak bermain dan berkerumun saat jam sekolah.

"Untuk memahami dan mencerna apa yang disampaikan oleh gurunya, sepertinya mereka untuk memahami itu agak sulit dengan cara online, daring," paparnya. "Kemudian, kita bisa lihat bahwa orang tua murid yang sekarang ini banyak juga di hampir sebagian besar anak-anaknya malah bermain, berkerumunan, bermain dengan teman-temannya ngumpul kita lihat di dalam gang-gang perumahan, maupun permukiman itu justru banyak sekali cenderung mereka malah main, berkerumun dengan anak-anak, bahkan mereka tidak ada kesibukan artinya makin banyak waktu mereka bermain."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts