Ancaman Tembak Buta Warnai Demo Myanmar Usai 'Angel' Kyal Sin Tewas, Dubes RI Desak WNI Angkat Kaki
Reuters
Dunia

Dubes RI mendesak WNI yang tak berkepentingan untuk segera meninggalkan Myanmar menyusul demo yang semakin panas dan telah menewaskan puluhan warga sipil.

WowKeren - Demonstrasi atas kudeta militer di Myanmar bergulir makin panas, bahkan sampai menewaskan sejumlah besar massa sipil. Dan di antaranya adalah kematian seorang mahasiswi 19 tahun bernama Deng Jia Xi atau yang dikenal dengan nama lain Ma Kyal Sin, atau yang lebih akrab disapa Angel.

Sebagai informasi, Angel meninggal terkena tembakan peluru tepat di kepalanya. Yang membuat kematiannya makin panas dibahas, Angel mengenakan pakaian bertuliskan "semua akan baik-baik saja" serta dengan pesan terakhirnya yang begitu menyentuh.

"Jika saya terluka dan kemungkinan tak bisa kembali ke kondisi yang lebih baik, tolong jangan selamatkan saya. Saya akan mendonorkan bagian tubuh saya yang berguna kepada seseorang yang lebih membutuhkannya," demikian isi pesan terakhir Angel, seperti tertulis di penanda yang dibawanya dalam aksi demonstrasi.

Meninggalnya Angel dan 37 demonstran lain pada Rabu (3/3) kemarin pun seolah makin mengobarkan semangat massa untuk memprotes junta militer. Demonstrasi kembali digelar demi menolak kepemimpinan militer yang "mengasingkan" pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan kubunya.

Demonstrasi ini pun berjalan lebih mencekam dengan ancaman yang viral di TikTok viral di Myanmar. Dalam video tersebut, seperti dikutip dari Reuters, menunjukkan seorang pria yang membawa senjata api dan mengarahkannya ke kamera sembari melempar ancaman tembak buta.


"Saya akan menembak semua orang dan saya benar-benar menggunakan peluru asli," ancamnya. "Saya akan berpatroli sepanjang malam di kota dan menembak siapapun yang saya lihat. Jika Anda ingin menjadi martir, saya akan mewujudkannya."

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi baik dari pemilik akun video viral tersebut maupun junta militer Myanmar. Namun nyatanya video semacam ini banyak diviralkan di media sosial Myanmar, menambah situasi di sana makin mencekam.

Dengan situasi yang semakin mencekam, Duta Besar RI untuk Myanmar Iza Fadri meminta WNI untuk segera meninggalkan negara tersebut. Apalagi karena saat ini penerbangan komersial di Myanmar masih beroperasi.

"Kita juga sampaikan agar WNI yang tidak punya kepentingan dan kegiatan agar meninggalkan Myanmar dengan pesawat yang berangkat dari Myanmar via Kuala Lumpur dan Singapura," ujar Iza, dilansir dari Kumparan. "Kami infokan."

Sampai saat ini masih ada 441 WNI di Myanmar, termasuk staf dan diplomat di KBRI Yangon. Desakan serupa juga disuarakan oleh Singapura kepada warganya di Myanmar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts