Dalam siaran live baru-baru ini di hari ulang tahunnya, Suga membahas detail operasinya dan menjelaskan mengapa rehabilitasi jauh lebih menyakitkan daripada operasi itu sendiri.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Jumat, 12 Maret 2021 - 12:46 WIB
WowKeren - Sejak Suga BTS (Bangtan Boys) menjalani operasi untuk meredakan rasa sakit di bahunya, penggemar sangat mengkhawatirkannya. Syukurlah, pelantun "Life Goes On" itu mengatakan bahwa dia merasa lebih baik, dan sejak itu dia berbagi pengalamannya saat menjalani rehabilitasi.
Dalam siaran live baru-baru ini di hari ulang tahunnya, Suga membahas detail operasinya. Di sini, penyanyi kelahiran 1993 tersebut menjelaskan mengapa rehabilitasi jauh lebih menyakitkan daripada operasi itu sendiri.
"Rehabilitasi lebih menyakitkan daripada operasi. Itulah yang aku pikirkan secara pribadi. Terapi gelombang kejut lebih menyakitkan," ungkap Suga.
Meskipun Suga bisa mentolerir lebih banyak rasa sakit daripada orang kebanyakan, dia masih merasa seolah-olah rehabilitasi lebih menyakitkan. Rapper BTS itu berbagi cerita tentang reaksi awalnya tepat setelah operasi.
"Aku tidak peka terhadap rasa sakit. Setelah operasi, dokter bertanya, 'Apakah kamu tidak merasakan sakitnya?' Ini yang aku katakan, 'Yah, tidak terlalu sakit.' Tapi rehabilitasi itu lebih menyakitkan. Aku keluar dari operasi dan memberi tahu manajerku di kamar rumah sakit, 'Ini tidak sesakit yang aku kira.'" papar Suga.
Apa yang tidak dia ketahui pada saat itu adalah bahwa rasa sakit akan menghantamnya setelah anestesi mereda. "Aku tidak tahu bahwa sakitnya datang setelah anestesi hilang. Saat itu, aku sedang mendapat suntikan PCA (Patient Controlled Analgesia), jadi tidak terlalu sakit," lanjutnya.
Suga mengakhirinya dengan mengulangi betapa sulitnya rehabilitasi baginya, terutama terapi gelombang kejut yang dia terima. "Nyatanya, setelah aku keluar dari rumah sakit, rehabilitasi itu jauh lebih menyakitkan. Itu sulit dan menyakitkan. Terapi gelombang kejut itu menyakitkan," ujar Suga.
Sementara itu, Suga mendonasikan 100 juta Won (setara USD88.000) untuk Rumah Sakit Dongsan Universitas Keimyung di Daegu. Uang donasi yang nilainya luar biasa besar ini diberikan untuk membantu anak-anak dengan penyakit kanker namun tidak mampu memperoleh perawatan yang maksimal.
(wk/dewi)