Badai Pasir, Beijing Diselimuti Kabut Asap Kuning Berbahaya
Reuters/Thomas Peter
Dunia

Kabut asap berwarna kuning tebal menyelimuti kota Beijing pada hari Senin (15/3) hari ini. Polusi melonjak ke tingkat berbahaya akibat badai pasir menyapu ibu kota Tiongkok tersebut.

WowKeren - Kabut asal berwarna kuning tebal yang disebabkan oleh badai pasir menyelimuti kota Beijing pada hari Senin (15/3). Akibatnya, polusi di ibu kota Tiongkok itu meningkat ke level berbahaya.

Dikutip dari Aljazeera, Senin (15/3), penduduk kota terlihat menggunakan kacamata, masker, dan penutup rambut untuk melindungi diri. Terlihat sejumlah landmark termasuk Kota Terlarang dan kantor pusat penyiaran CCTV sebagian tertutup di balik kabut asap.

Pemerintah kota memerintahkan semua sekolah untuk membatalkan kegiatan olahraga dan acara di luar ruangan, serta menyarankan mereka yang menderita penyakit pernapasan untuk tetap di dalam ruangan. Menurut laporan media pemerintah, kualitas udara yang buruk disebabkan oleh badai pasir dari Mongolia utara, yang terbawa angin ke selatan dan mengurangi jarak pandang di Beijing hingga kurang dari 1.000 meter.


Pembicaraan tentang kabut tersebut memunculkan diskusi online - - dengan lebih dari 54 juta tampilan di platform media sosial Weibo pada Senin pagi. Beberapa pengguna medsos mengatakan kondisi udara Beijing mengingatkan mereka pada film fiksi ilmiah apokaliptik "Interstellar.

"Badai pasir merah jingga ini membuat seolah-olah kiamat," kata salah satu pengguna Weibo. Menurut situs web pemantauan kualitas udara Aqicn, polusi di kota Beijing berada pada tingkat "berbahaya".

Dikatakan bahwa tingkat partikel mengambang yang disebut PM 10 mencapai hampir 20 kali lipat dari paparan maksimum harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Partikel debu lainnya PM 2.5 yang lebih kecil, yang bisa masuk ke dalam paru-paru manusia dan menyebabkan penyakit pernapasan, juga berada pada tingkat berbahaya dengan jumlah 567 pada hari Senin (15/3).

Angka tersebut bahkan 20 lebih banyak dari batas harian yang direkomendasikan WHO. Perlu diketahui, sebelumnya Tiongkok berhasil menurunkan tingkat rata-rata nasional PM 2.5 di udara secara dramatis antara 2015-2019.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts