Penembakan terjadi pada tiga panti pijat di Kota Atlanta, Amerika Serikat, pada Selasa (16/3). Dalam peristiwa mengerikan itu terdapat 8 korban tewas dan juga 1 orang luka-luka.
- Nidya Putri
- Rabu, 17 Maret 2021 - 17:37 WIB
WowKeren - Insiden penembakan terjadi pada tiga panti pijat di Kota Atlanta, Amerika Serikat, pada Selasa (16/3) waktu setempat. Ketiga insiden tersebut menewaskan 8 orang dan melukai 1 orang lainnya.
Kebanyakan dari korban tewas merupkan wanita keturunan Asia. Kepolisian setempat telah mengamankan seorang pria berusia 21 yang dicurigai di tempat kejadian.
Serangan tersebut dimulai pukul 05.00 sore waktu setempat, ketika lima orang ditembak di Youngs Asian Massage Parlor di mal dekat daerah pedesaan di Acworth, sekitar 30 mil (50 kilometer) utara Atlanta. "Dua orang tewas di tempat kejadian dan tiga dibawa ke rumah sakit di mana dua dari mereka juga meninggal," ujar juru bicara Kantor Sheriff Wilayah Cherokee, Kapten Jay Baker.
Kemudian sekitar pukul 17.50, polisi di lingkungan Buckhead di Atlanta, menanggapi panggilan perampokan yang sedang berlangsung, menemukan tiga wanita tewas akibat luka tembak di Gold Spa. Ketika petugas sampai di lokasi,mereka mengetahui tentang tembakan pelaporan panggilan yang ditembakkan ke spa lain di seberang jalan, Aromatherapy Spa, dan menemukan seorang wanita yang tampaknya ditembak mati di dalam bisnis tersebut. “Tampaknya mereka orang Asia,” kata Kepala Polisi Atlanta Rodney Bryant.
Pada Rabu (17/3), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengeluarkan pernyataan bahwa para diplomatnya di Atlanta telah mengkonfirmasi dari polisi bahwa empat dari korban yang meninggal adalah wanita keturunan Korea. Sekedar informasi, beberapa waktu terakhir banyak serangan terjadi kepada orang Asia-Amerika di Negeri Paman Sam tersebut dampak pandemi COVID-19.
Persitiwa mengerikan ini tentunya menuai sorotan dunia. Bahkan sebuah tagar seperti #StopAsianHate serta #RacismIsNotComedy masuk ke jajaran trending topic di Twitter hingga berita ini dibuat.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tlah mengecam keras aksi serangan rasial terhadap orang Asia-Amerika. "Pada saat ini, begitu banyak dari mereka, sesama orang Amerika, mereka berada di garis depan pandemi ini mencoba menyelamatkan nyawa dan tetap saja, mereka masih dipaksa untuk hidup dalam ketakutan akan nyawa mereka hanya dengan berjalan di jalanan Amerika. Itu salah. Itu tidak Amerika. Dan itu harus dihentikan," ujar Biden.
(wk/nidy)