Sebagai informasi, empat sandera yang berhasil diselamatkan itu termasuk di antara lima orang WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf di lepas pantai Tambisan di Malaysia pada Januari 2020 lalu.
- Bertilia Puteri
- Senin, 22 Maret 2021 - 10:35 WIB
WowKeren - Pasukan Filipina telah membunuh seorang pimpinan kelompok Abu Sayyaf. Menurut Komandan Militer Regional, Letnan Jenderal Corleto Vinluan Jr., pimpinan bernama Majan Sahidjuan alias Apo Mike tersebut terluka parah dalam baku tembak dengan marinir di Kota Languyan, provinsi Tawi-Tawi Selatan pada Sabtu (20/3) malam, dan kemudian meninggal dunia.
Vinluan menggambarkan Apo Mike sebagai dalam beberapa penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Sulu. Ia juga disebut terlibat dalam serangan bom dan pembajakan selama beberapa dekade terakhir.
Militer Filipina juga berhasil menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) yang telah menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf sejak tahun lalu. "Kami senang bahwa semua sandera kini telah aman, dan kami juga dapat menetralkan 'Apo Mike' yang terkenal kejam bersama dua rekannya," ungkap Vinluan dikutip dari Reuters.
Kabar penyelamatan WNI tawanan kelompok Abu Sayyaf ini juga telah dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri RI. Awalnya, ada tiga orang WNI yang telah diselamatkan pada Kamis (18/3) pekan lalu.
Ketiganya diselamatkan oleh pasukan pemerintah Filipina saat perahu yang ditumpangi oleh militan Abu Sayyaf dan para sandera terbalik karena dihantam ombak besar. Sementara itu, sandera terakhir yang merupakan anak laki-laki berusia 14 tahun berhasil diselamatkan di Pulau Kalupag pada Minggu (21/3).
Kondisi bocah berinisial MK tersebut telah dipastikan baik dan sehat oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao. MK dan tiga WNI yang telah diselamatkan tersebut akan dibawa ke Zamboanga sebelum diterbangkan ke Manila.
Adapun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila dan KJRI Davao akan berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk melakukan proses repatriasi para korban kembali ke Tanah Air. Dengan diselamatkannya MK, maka seluruh WNI yang disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf telah berhasil diselamatkan.
Sebagai informasi, empat sandera yang berhasil diselamatkan itu termasuk di antara lima orang WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf di lepas pantai Tambisan di Malaysia pada Januari 2020 lalu. Sayangnya, satu dari lima korban tersebut tewas dibunuh pada September 2020 saat tertangkap berusaha kabur.
(wk/Bert)