Seorang pejabat AS menuturkan bahwa uji coba rudal ini layaknya taktik lama Pyongyang untuk memprovokasi pihak AS dan Korea Selatan. Namun pihak Washington memberikan tanggapan santai.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 24 Maret 2021 - 15:54 WIB
WowKeren - Korea Utara meluncurkan dua rudal jarak pendek dalam uji coba pada akhir pekan lalu. Ini merupakan pertama kalinya Korut melakukan uji rudal di era pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Seorang pejabat AS menuturkan bahwa uji coba rudal ini layaknya taktik lama Pyongyang untuk memprovokasi AS dan Korea Selatan. Namun demikian, pihak Washington memberikan tanggapan santai.
Washington hanya menegaskan bahwa pihaknya masih terbuka untuk berdialog dengan Korut. Sedangkan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa mereka telah mendeteksi uji rudal tersebut dan memantaunya secara real time, namun mereka baru mengakuinya beberapa hari kemudian.
Uji rudal ini dilakukan usai Korut berulang kali menolak upaya AS untuk berdialog sejak pertengahan Februari 2021 lalu. Presiden Biden sendiri telah dimintai tanggapan terkait uji rudal pertama Korut di masa kepemimpinannya.
"Kita telah mengetahui bahwa tidak banyak yang berubah," tutur Biden di Ohio, Selasa (23/3). "Menurut Departemen Pertahanan, ini urusan seperti biasa. Tidak ada ancaman baru dalam apa yang mereka lakukan."
Di sisi lain, seorang Jenderal Tinggi AS telah memberikan peringatan pekan lalu bahwa Korut mungkin akan segera memulai uji rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) yang desainnya telah ditingkatkan. Aksi tersebut dinilai merupakan sebuah langkah provokatif yang selanjutnya bisa mengobarkan ketegangan dengan Washington.
Korut sendiri belum menguji ICBM atau senjata nuklir selama lebih dari tiga tahun. Namun negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut terus menguji rudal jarak pendek sejak pembicaraannya dengan mantan Presiden AS Donald Trump gagal pada 2019. Kala itu, AS berusaha membujuk Pyongyang untuk menghentikan program senjata nuklirnya.
Sejak itu, Korut mengembangkan program rudal nuklir dan balistiknya selama setahun terakhir. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hal itu melanggar sanksi internasional.
Melansir Reuters, pejabat senior AS lantas mengatakan bahwa pemerintahan Biden sedang dalam "tahap akhir" dari tinjauan penuh kebijakan AS terhadap Korut. AS juga disebut akan menjadi tuan rumah diskusi terkait isu Korut dengan Jepang dan Korea Selatan minggu depan.
(wk/Bert)