Begini Kabar Terkini 2 Remaja WNI Yang Terima Serangan Rasial di AS
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

N (18) dan M (17) dilaporkan menerima serangan yang diduga berlatarbelakangn aksi rasial di Amerika Serikat pada Minggu (21/3) malam. Begini kondisi keduanya pasca diserang.

WowKeren - Dua orang remaja Warga Negara Indonesia berinisial N (18) dan M (17) dilaporkan mengalami penyerangan di Amerika Serikat. Tepatnya peristiwa mengejutkan ini terjadi saat keduanya tengah menunggu kereta di SEPTA Station, City Hall, Philadephia.

Keduanya mendapat serangan berupa tamparan hingga perundungan secara verbal. Lalu dengan berbagai serangan yang diterima, bagaimana kondisi N dan M?

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Yudha Nugraha menyatakan bahwa keduanya tidak mengalami luka fisik. "Para korban tidak menderita luka fisik, namun mengalami syok. Kejadian ini telah dilaporkan ke pihak berwajib," ujar Yudha dalam keterangannya, Sabtu (27/3).

Konsulat Jenderal RI New York pun telah menghubungi Kantor Wali Kota Philadelphia atas insiden yang dialami. KJRI juga menuntut otoritas Philadelphia memberikan perkembangan terkini tindaklanjut kasus yang dialami N dan M.


"Diinformasikan bahwa untuk sementara kasus ini dikategorikan sebagai tindakan harassment dan bullying. Polisi Philadelphia sedang menyelidiki rekaman CCTV kejadian dimaksud untuk menentukan apakah kasus ini bermotif rasial/kebencian terhadap etnis tertentu," ujar Yudha.

Media The Philadelphia Inquirer mengabarkan insiden ini terjadi saat M dan N, yang masih duduk di bangku sekolah menengah, tengah menunggu kereta Broad Street Line arah selatan di SEPTA Station pada Minggu (21/3) pukul 20.00 waktu setempat. Lalu secara tiba-tiba datang 4 gadis kulit hitam yang lantas menampar wajah dua remaja WNI tersebut.

Salah satu dari keempat gadis berkulit hitam itu pun mengutuk kedua WNI. Para korban pun meyakini telah menjadi sasaran tindak rasial karena keempat perundung tak menyerang warga lain yang berada di stasiun, seperti warga berkulit putih, hitam, Hispanik (keturunan Spanyol), maupun Latin.

Juru Bicara SEPTA menyatakan insiden ini awalnya tidak dilaporkan ke polisi stasiun serta Departemen Kepolisian Philadelphia. Namun akhirnya insiden ini tetap diselidiki oleh pihak berwenang hingga sampai juga ke telinga warga Indonesia.

Memang selama beberapa waktu belakangan isu rasisme di AS, terutama kepada keturunan Asia, tengah menjadi sorotan luas. Puncaknya ketika terjadi penembakan terhadap sejumlah wanita keturunan Amerika-Asia yang sampai membuat Presiden Joe Biden turun tangan memberi ketenangan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts