Takut Corona, Korban Kebakaran Kilang Minyak Pilih Tidur Ngemper Ketimbang di Pengungsian
https://bumninc.com/
Nasional

Seorang warga Blok Kosambi, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, bernama Asep Rahman (73) lebih memilih untuk tidur di emperan ketimbang tempat pengungsian yang sudah disediakan PT Pertamina.

WowKeren - Kebakaran besar terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) dini hari. Para warga pun diungsikan ke posko penampungan yang telah disediakan oleh PT Pertamina.

Namun, korban kebakaran kilang minyak yang bernama Asep Rahman lebih memilih untuk tidur di emperan ketimbang tempat pengungsian yang sudah disediakan. Bukan tanpa alasa, pria 73 tahun itu lebih memilih tidur di emperan gedung kolam renang GOR Perumahan Bumi Patra lantran takut terkena Corona (COVID-19).

Warga Blok Kosambi, Balongan, Indramayu ini juga menceritakan detik-detik terjadinya ledakan dan menyelamatkan diri. Ia sempat menyaksikan plafon rumahnya ambruk akibat ledakan kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan.

Hingga saat ini, Asep sudah tiga malam tidur di emperan gedung kolam renang GOR Bumi Patra. "Waktu pas ada ledakan itu disuruh mengungsi sama tentara. Saya dibawa pakai motor ke kantor desa, dari sana saya dibawa lagi kesini masih pakai motor," ujar Asep kepada Tribun News, Selasa (30/3).

Saat itu Asep lekas pergi meninggalkan rumahnya dengan dibonceng oleh tentara. Asep tak membawa apapun kecuali baju yang ia pakai.


Alasan Asep berpisah dengan pengungsi lain karena khawatir terpapar COVID-19. "Ini kan masih pandemi COVID-19 ya menjaga diri saja, karena di sana penuh orang takut COVID-19 jadi saya ke sini," terangnya. "Dulu tetangga kampung ada beberapa yang terpapar COVID-19, jadi memilih di sini saja biar aman."

Selama ini, Asep tidur hanya beralaskan kardus. Bahkan Asep harus menahan dingin ketika hujan deras melanda pada Senin (29/3) malam.

Terkait fasilitas yang didapat oleh pengungsi lain, Asep tak mau ambil pusing. "Kalau kasur di sana saja rebutan mending pakai kardus saja lah, kalau makan kan bisa tinggal ngambil ke dapur umum," tegasnya.

Selain itu, Asep mengatakan alasan memilih lokasi tinggal sementara tersebut karena dekat dengan rumah sakit. Hal ini karena ia sadar dengan kondisi kesehatannya di umur yang sudah tak muda lagi. "Saya sering datang ke posko kesehatan, itu alasan saya pilih di sini karena dekat rumah sakit, dua hari ini sudah tiga kali diperiksa," pungkasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indramayu sempat memperkirakan jika kebakaran besar yang terjadi tersebut bakal bisa teratasi dalam 3 hari. Namun menurut info yang dilaporkan oleh akun Instagram @indramayuterkini, api masih terpantau masih berkobar dengan luar biasa besar pada Selasa (30/3).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait