PPKM Mikro Kembali Diperpanjang Mulai Besok, Bakal Ada Tambahan 5 Provinsi
Twitter/humaspolressbg
Nasional
PSBB Corona

PPKM Mikro akan kembali diperpanjang karena berakhir per Senin (5/4) besok. Perpanjangan ini pun akan diikuti dengan penambahan provinsi pelaksana yang bertambah 5 lagi.

WowKeren - Pemerintah menjagokan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro untuk mengendalikan wabah COVID-19 di Tanah Air. Karena itulah pemerintah akan memperpanjang pelaksanaan PPKM Mikro pekan depan.

Pasalnya PPKM Mikro akan berakhir pada Senin (5/4) kemarin. Dan nantinya, akan ada tambahan 5 provinsi lain dalam PPKM Mikro jilid berikutnya tersebut.

"Akan ada penambahan provinsi baru, rencana ada 5 provinsi," kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Benny Irwan, Minggu (4/4). Kendati demikian, Benny tak menyebutkan 5 provinsi baru yang akan ikut menerapkan PPKM Mikro tersebut.

Sedangkan untuk saat ini sendiri sudah ada 15 provinsi yang ikut melaksanakan PPKM Mikro. Yakni seluruh provinsi di Jawa dan Bali, NTT, NTB, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.


Bukan cuma itu, kelanjutan PPKM Mikro ini juga akan diikuti dengan penyesuaian substansi yang disesuaikan dengan pengaturan zonasi risiko COVID-19. "Intinya lebih mempertajam kriteria penentuan zona di masing-masing daerah," terang Benny, dilansir dari Kontan.

Namun demikian, sampai saat ini Instruksi Mendagri terkait pelaksanaan kelanjutan PPKM Mikro masih dipersiapkan. Sedangkan per Sabtu (3/4) kemarin, terdapat 1.527.524 kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi, dengan 120.068 di antaranya adalah kasus aktif alias sedang dalam perawatan.

Sementara itu jumlah kasus sembuh per Sabtu (3/4) kemarin mencapai 1.366.214. Sedangkan ada 41.242 pasien COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia.

Sebelumnya pemerintah memang beberapa kali membanggakan pelaksanaan PPKM Mikro yang dinilai mumpuni mengendalikan wabah. Namun selain PPKM Mikro, pemerintah juga menempuh opsi vaksinasi untuk membantu mempercepat terbentuknya herd immunity. Namun perjalanan vaksinasi ini pun diwarnai sejumlah kendala, termasuk embargo.

Bahkan yang terbaru, embargo menyebabkan tahap III vaksinasi COVID-19 yang semestinya digelar pada April 2021 terpaksa diundur. "Karena situasi embargo sepertinya (tahap ketiga) paling cepat Juni atau Juli ya," ungkap Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada CNN Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts