Meski baru dibuka akhir pekan lalu, Wali Kota Eri Cahyadi tak segan untuk menghentikan operasi bioskop di Kota Surabaya jika ketahuan melanggar protokol kesehatan.
- Eva Lestari
- Senin, 05 April 2021 - 15:05 WIB
WowKeren - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengancam akan menutup bioskop yang ketahuan melanggar protokol kesehatan (prokes). Bioskop di Surabaya sendiri kembali dibuka pada Sabtu (3/4) setelah tak beroperasi selama setahun.
"Alhamdulillah pembukaan bioskop ini isinya 50 persen. Kita pantau dan alhamdulillah sudah sesuai dengan prokes. Tadi ada anak kecil saya tanya katanya kangen lihat bioskop, makanya kita buka ini untuk mengobati rasa kangen itu," kata Eri kepada awak media, Minggu (4/4).
Kendati demikian, ia tak segan untuk menutup bioskop yang melanggar prokes. "Kami sudah buat surat pernyataan dan sudah ditandatangani. Maka kalau ada (bioskop) yang melanggar, kami tutup sampai berakhirnya pandemi COVID-19," imbuhnya.
Eri juga sempat memberikan arahan kepada pengelola bioskop saat melakukan inspeksi ke bioskop di Tunjungan Plaza. Ia meminta mereka untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan tak sungkan menegur pengunjung yang lalai prokes.
"Saya minta tolong betul ya. Kalau ada pengunjung yang misalnya melepas atau memelorot maskernya, tolong ditegur, tolong dijaga prokesnya dengan baik," imbuh Eri.
Eri kemudian menjelaskan bahwa pembukaan bioskop ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian Kota Surabaya. Karena itulah ia meminta semua pihak untuk disiplin menerapkan prokes agar bioskop di Kota Pahlawan dapat terus dioperasikan.
"Kami meminta tolong kepada pengelola untuk menjaga prokesnya masing-masing. Sebab, jika kota ini ingin bergerak perekonomiannya, maka seluruh stakeholder juga harus menjaga kota," paparnya.
Lebih lanjut, Eri mengungkapkan bahwa penerapan prokes di bioskop Tunjungan Plaza Surabaya sejauh berjalan dengan baik. Para penonton diminta mengisi data diri dan persetujuan kepatuhan prokes, mereka juga harus melalui bilik disinfektan sebelum dan saat keluar bioskop.
"Jadi kita semua saling menghargai, sehingga kota kita jadi adem ayem perekonomiannya. Kami percaya rakyat Surabaya, rakyat juga sayang dan cinta pada kotanya," pungkas manta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) tersebut.
(wk/eval)