Korban Jiwa Banjir Bandang NTT Bertambah Jadi 68 Orang, 70 Warga Dilaporkan Hilang
mdmc.or.id
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Tak hanya korban jiwa, bencana di NTT juga menimbulkan banyak kerugian material. Sebanyak 25 unit rumah mengalami kerusakan berat, 114 rumah mengalami rusak sedang.

WowKeren - Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) merenggut puluhan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa korban jiwa bencana di NTT mencapai 68 orang.

"Dari semua wilayah yang terdampak ada 68 orang meninggal dunia, kumulatif dari beberapa wilayah yang ada," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati, dalam konferensi pers pada Senin (5/4). "44 meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur, 11 meninggal dunia di Kabupaten Lembata, dua meninggal dunia di Kabupaten Ende, 11 meninggal dunia di Kabupaten Alor."

Selain korban jiwa, puluhan orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian usai bencana tersebut. Per Senin kemarin, total ada 70 orang yang masih hilang.

"26 di Kabupaten Flores Timur, 16 di Kabupaten Lembata," papar Raditya. "Dan 28 di Kabupaten Alor."


Tak hanya korban jiwa, bencana di NTT juga menimbulkan banyak kerugian material. Sebanyak 25 unit rumah mengalami kerusakan berat, 114 rumah mengalami rusak sedang.

Kemudian 17 unit rumah dilaporkan hanyut, dan 60 unit rumah dinyatakan terendam banjir, total ada 743 unit rumah yang terdampak bencana tersebut. Sebanyak 40 titik akses jalan dilaporkan tertutup pohon tumbang, lima jembatan terputus, satu unit kapal tenggelam, dan satu unit fasum terdampak.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan belasungkawa untuk korban banjir bandang di NTT. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat dalam menangani bencana tersebut.

"Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut, dan saya juga memahami kesedihan yang dialami saudara-saudara kita akibat dampak yang ditimbulkan dari bencana ini," kata Jokowi dalam video YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4). "Saya minta agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan cepat dan baik seperti bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi serta juga perbaikan infrastruktur."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts