Di Tengah Bencana Banjir Bandang NTT, BNBP Ingatkan Patuhi Protokol Kesehatan
Nasional

Banjir bandang yang terjadi di NTT menjatuhkan banyak korban. Di tengah evakuasi warga, upaya menekan angka COVID-19 di tengah bencana juga menjadi perhatian BNBP.

WowKeren - Pada Minggu (4/4), banjir bandang menerjang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Banjir bandang tersebut dikarenakan cuaca ekstrem yang ada di NTT. Tidak hanya banjir bandang, cuaca ekstrem juga menyebabkan angin kencang dan tanah longsor.

Di tengah kondisi penanganan korban pasca bencana, upaya untuk menekan angka penularan COVID-19 pun menjadi salah satu perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP). Doni Monardo selaku Kepala BNBP mengatakan bahwa kasus COVID-19 di wilayah NTT sempat mengalami kenaikan setelah sempat mengalami penurunan. Kenaikan kasus COVID-19 terjadi pasca libur Natal dan tahun baru.

Doni mengingatkan kepada pihak yang terlibat untuk mensosialisasikan pemahaman COVID-19 seperti gejala yang terjadi. Ia juga meminta para tokoh masyarakat untuk selalu mengingatkan para warganya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Doni, kondisi seperti itu harus menjadi perhatian semua pihak terlebih saat ini sedang terjadi bencana alam. Doni juga mengingatkan seluruh daerah untuk melakukan antisipasi terjadi klaster baru seperti memisahkan kelompok rentan dan anak muda. Hal tersebut pernah diterapkan saat penanganan pengungsian korban pasca gempa Sulawesi Barat beberapa waktu lalu.


Doni berharap langkah-langkah yang pernah dilakukan saat menangani korban pasca gempa Sulbar bisa diterapkan kembali di NTT. "Kami berusaha untuk mengurangi warga yang mengungsi di tempat-tempat pengungsian," ujar Doni saat melakukan konferensi pers virtual pada Senin malam (5/4).

BNBP juga menggunakan skema dana tunggu hunian sehingga warga dapat melakukan sewa rumah dan tidak harus tinggal di pengungsian. Selain itu, BNBP bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan rapid tes antigen.

Tes rapid antigen diperuntukkan bagi masyarakat luar yang akan ikut membantu penanganan bencana di NTT. "Besar harapan kami kerja sama yang telah dilaksanakan sebelumnya di beberapa daerah bencana bisa memberikan pengalaman yang lebih baik," tutup Doni.

Saat ini, dilaporkan terdapat 128 korban meninggal serta 72 warga yang masih hilang. Perkembangan mengenai upaya evakuasi korban akan terus dilaporkan oleh BNBP.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait