Gempa M 6,1 di Jatim Telan 6 Korban Jiwa
pexels.com/Ahmed akacha/Ilustrasi
Nasional
Bencana Gempa 2021

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pukul 18.00 WIB, tercatat ada enam orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat akibat gempa ini.

WowKeren - Gempa magnitudo 6,1 tercatat mengguncang wilayah Malang, Jawa Timur, dan sekitarnya pada Sabtu (10/4) siang ini. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pukul 18.00 WIB, tercatat ada enam orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat akibat gempa ini.

Berdasarkan sebarannya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Lumajang. Kemudian dua orang meninggal dunia di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang, serta satu orang korban jiwa di Kabupaten Malang.

Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan titik pengungsian telah didirikan di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari, Kabupaten Lumajang. Namun jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan.

Sementara itu, Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung belum melaporkan pengungsian warga. Adapun BPBD Kabupaten Tulungagung menyatakan bahwa rata-rata kerusakan rumah akibat gempa tersebut berada di kategori ringan.


Sedangkan di Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang kerusakan rumah berada di kategori ringan hingga sedang. Di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata berada di kategori ringan hingga berat.

Di sisi lain, gempa ini dilaporkan membuat atap Ruangan Cepaka di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, mengalami kerusakan. Menurut Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Herya Putra, kerusakan paling parah terjadi di ruang 3, 8 dan 11.

Untungnya, tidak ada pasien yang terluka akibat kerusakan tersebut. Pihak rumah sakit juga telah mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih aman.

"Beruntungnya di ruangan 11 yang difoto itu tidak ada pasien. Yang ada di ruang 3 ini kami evakuasi ke ruang bawah. Dan kami periksa keliling ini yang bangunan beton yang paling berbahaya jika sampai ada retakan," beber Herya.

Media sosial juga sempat dibuat heboh dengan gempa yang terjadi. Pasalnya, gempa juga dirasakan di sejumlah daerah lain yang bahkan cukup jauh, seperti di Bali hingga Yogjakarta.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts