Gubernur Anies Baswedan Bicara Kasus Aktif COVID-19 DKI Jakarta: Kemenangan Sudah Di Depan Mata
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Anies Baswedan mengklaim bahwa kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta mengalami penurunan. Anies menyebut bahwa kemenangan sudah ada di depan mata.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 secara nasional diketahui telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Turunnya angka kasus aktif COVID-19 secara nasional tentunya juga dipengaruhi oleh jumlah kasus di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa angka kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta relatif landai di kisaran 6 ribu hingga 7 ribu. Angka tersebut menunjukan penurunan yang cukup signifikan setelah beberapa bulan lalu sempat mencapai hingga 26 ribu kasus aktif COVID-19.

"Alhamdulillah, situasi saat ini cukup terkendali, fasilitas kesehatan kita tidak sedang over capacity dalam menangani pasien COVID-19," ujar Anies dalam video unggahannya di laman Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Senin (12/4). "Kasus aktif di Jakarta relatif landai di kisaran 6 ribu hingga 7 ribu kasus aktif, sesudah beberapa bulan yang lalu sempat mencapai angka 26 ribu kasus aktif."

Anies mengungkapkan bahwa adanya penurunan kasus aktif COVID-19 di Jakarta membuat pemerintah memberikan sedikit kelonggaran seperti mengizinkan salat tarawih di masjid, restoran dan rumah makan diberi izin buka lebih lama. Anies mengatakan hal tersebut menunjukkan kemenangan sudah di depan mata.


"Hari ini kemenangan itu sudah di depan mata, kita sudah menuju kondisi yang lebih baik," tulis Anies pada judul video unggahannya di Instagram. "Mari kita tahan diri, mari kita tetap disiplin."

Selain itu, Anies juga menyampaikan bahwa proses vaksinasi COVID-19 di Jakarta terus berjalan cepat dengan memprioritaskan lansia. Anies mengungkapkan saat ini ada 58 persen lansia yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 20 persen telah mendapatkan dosis kedua. Sementara untuk vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga kesehatan sudah mencapai hampir 100 persen.

Meski demikian, Anies menegaskan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir. Maka dari itu, Anies menegaskan untuk tetap menaati protokol kesehatan agar angka kasus aktif COVID-19 tidak kembali naik.

"Tapi, pandemi belum hilang dari bumi, beberapa negara di dunia internasional kita mendengar kabarnya malah sedang mengalami gelombang ketiga dengan lonjakan kasus baru akibat varian baru dari COVID-19 ini," tutup Anies. "Karena itu, penting sekali untuk kita serius mencegah hal serupa tidak terjadi di sini, penting sekali untuk kita tahan godaan, jaga amanah, dan tidak mengkhianati pelonggaran yang sedang dibuat saat-saat ini."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts