Ini Alasan Pemerintah Buka Tempat Wisata Saat Mudik Dilarang
Instagram/muhadjir_effendy
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku memahami polemik soal 'mudik dilarang namun wisata dibuka' tersebut.

WowKeren - Pemerintah Indonesia diketahui memutuskan untuk melarang mudik Lebaran mulai 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang untuk mengantisipasi potensi penularan virus corona (COVID-19). Meski demikian, tempat wisata yang tetap dibuka di masa larangan mudik tersebut justru menimbulkan sejumlah pertanyaan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy lantas mengaku memahami polemik soal "mudik dilarang namun wisata dibuka" tersebut. Muhadjir pun mengungkapkan alasan mengapa pemerintah tetap membuka sejumlah tempat wisata di masa libur Lebaran mendatang.

"Kemarin kan sudah mulai ada yang protes, wah mudik dilarang tapi wisata dibolehkan, iya sebetulnya wisatanya itu dalam rangka lebaran gitu ya jadi bukan wisata dengan destinasi yang jauh," jelas Muhadjir pada Selasa (20/4). "Ya kalau orang sudah tidak boleh pergi kemana-mana ya dibukalah wisata lokalnya agar dia bisa pergi ke tempat-tempat liburan tapi dengan kepatuhan yang terkendali itu sebetulnya yang dimaksud."

Lebih lanjut, Muhadjir juga menyatakan bahwa masyarakat sejatinya masih dapat bepergian sebelum perayaan Idul Fitri bulan depan. Namun dengan catatan pergerakan hanya dalam skala lokal, dan bukannya skala besar.


"Sebetulnya berbagai macam pergerakan sebelum dan dalam pada waktu lebaran itu masih dibolehkan tidak ada masalah," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut. "Termasuk ke wisata-wisata lokal itu dengan ketentuan-ketentuan yang ketat."

Ketentuan ketat di tempat wisata yang dimaksud Muhadjir salah satunya adalah pembatasan jumlah kapasitas maksimum yang diperbolehkan. Nantinya, masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan disebut Muhadjir akan ditindak. "Sanksi untuk mereka yang tidak mematuhi SOP juga itu akan ditegakkan," ujarnya.

Selain itu, pembukaan tempat wisata ini juga tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah. Pembukaan tempat wisata ini hanya diberlakukan secara lokal dengan tetap menerapkan pembatasan bagi masyarakat dari luar daerah.

Dengan strategi ini, Muhadjir berharap laju penularan COVID-19 dapat ditekan dan perekonomian masyarakat bisa terus berjalan. "Ini strategi yang kita lakukan dan mudah-mudahan dengan demikian maka COVID juga bisa terkendali tetapi juga daya beli masyarakat, roda ekonomi juga masih tetap bisa bergerak," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts