KKP Soetta Pastikan Oknum Penerima Sogokan Rp 6,5 Juta Untuk Loloskan Karantina Bukan Pegawainya
Twitter/angkasapura172
Nasional

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta menyatakan bahwa oknum yang menerima uang Rp 6,5 juta untuk membantu WNI dari India masuki Indonesia tanpa karantina bukanlah pegawainya.

WowKeren - Polisi kini tengah mengusut kasus warga negara Indonesia (WNI) dari India yang masuk ke Tanah Air tanpa menjalani karantina 14 hari. WNI tersebut mengaku membayar uang sebesar Rp 6,5 juta kepada dua orang yang mengaku sebagai pegawai Bandara Soekarno-Hatta.

Kekinian, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta menyatakan bahwa oknum tersebut bukanlah pegawainya. "Itu bukan pegawai KKP, itu jelas juga kok dari polisi juga ada beritanya. Kalau dari KKP bukan, bukan orang KKP," tegas Kepala KKP Bandara Soetta, Darmawali Handoko, Selasa (27/4).

Lebih lanjut, Darmawali menegaskan bahwa pihaknya tidak berkaitan dengan oknum "mafia karantina" tersebut. Menurutnya, pihak KKP hanya bertugas untuk melakukan pengecekan kesehatan kepada WNI yang baru datang dari luar negeri dan memasuki Indonesia.

"Kita nggak berhubungan dengan itu, kita hanya memeriksa seseorang yang datang dari luar, kemudian tidak ada gejala dan tanda," papar Darmawali. "Kemudian mengarahkan kepada Gugus Tugas."


Adapun kasus WNI dari India yang bisa lolos dari karantina juga sangat disayangkan oleh pihak KKP. Darmawali pun meminta agar kasus tersebut dapat diusut hingga tuntas.

"Dia jelas bukan, ya menyayangkan karena harus dilakukan karantina tapi sebagai WNI kok malah meniadakan hal tersebut," pungkas Darmawali. "Diselidiki lebih lanjut agar tuntas semuanya."

Sebagai informasi, WNI asal Bandung, Jawa Barat, yang berinisial JD masuk ke Tanah Air pada Minggu (25/4) lalu via Bandara Soetta. Ia dilaporkan bisa langsung kembali ke kampung halamannya tanpa perlu melewati prosedur karantina selama 14 hari untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

Menurut pihak kepolisian, JD membayar Rp 6,5 juta kepada S dan RW. Keduanya mengaku sebagai pegawai bandara. Kini, tim dari kepolisian tengah menyelidiki modus "mafia karantina" tersebut.

"Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina. Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa. "Soalnya udah ramai orang-orang nakal ini, orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Makanya saya bilang ini mafia. Ini lagi kita dalami."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait