Ukraina berharap dengan uang itu mereka mampu memenuhi kebutuhan vaksinasi untuk penduduknya. Meski demikian, tidak disebutkan berapa banyak dosis yang akan dibeli.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 28 April 2021 - 08:58 WIB
WowKeren - Sejumlah negara tengah berupaya untuk melakukan vaksinasi terhadap warganya demi menekan penularan virus COVID-19. Negara satu dengan yang lainnya pun saling menjalin kerja sama untuk memenuhi kebutuhan ini.
Ukraina telah mengajukan pinjaman dana ke International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) sebesar 90 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,3 triliun untuk penanganan pandemi COVID-19. Adapun uang ini akan digunakan untuk membeli vaksin COVID-19.
"Proyek ini akan menyediakan dana untuk pembelian vaksin COVID-19 bagi penduduk Ukraina," kata Kementerian keuangan melalui sebuah pernyataan pada Selasa (p27/4). "Di samping sejumlah vaksin yang dijamin di bawah kemitraan COVAX dan GAVI."
Ukraina berharap dengan uang pinjaman itu mereka mampu memenuhi kebutuhan vaksinasi untuk penduduknya. Meski demikian, tidak disebutkan berapa banyak dosis vaksin yang bisa dibeli dari sejumlah dana tersebut.
"Ini akan memungkinkan Ukraina mencapai tujuan utamanya," lanjut Kemenkeu. "Cakupan vaksinasi penuh setidaknya 20 persen dari populasi negara."
Dibanding negara-negara lainnya di Eropa, Ukraina cukup tertinggal dalam hal vaksinasi. Sejauh ini, mereka mengandalkan satu batch yang terdiri dari 500.000 dosis vaksin AstraZeneca yang dibeli di India yang diterima pada bulan Februari lalu.
Selain dari India, Ukraina juga telah menerima 215.000 dosis Sinovac dari Tiongkok pada akhir Maret lalu. Pada bulan April, Kyiv juga menerima 117.000 dosis Pfizer, yang disediakan di bawah skema COVAX global.
Hingga kini, sudah ada sekitar 540.000 warga yang sudah menerima suntikan pertama. Jumlah ini masih jauh dibandingkan dengan total kasus kasus infeksi di negara itu yang melebihi angka 2 juta dengan angka kematian hampir menyentuh 43.000.
(wk/zodi)