TNI AL Pastikan Torpedo KRI Nanggala-402 Tak Bahayakan Proses Evakuasi
Nasional
KRI Nanggala Hilang Kontak

TNI AL memastikan torpedo KRI Nanggala-402 tidak membahayakan proses evakuasi kapal selam tersebut. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Simak dalam berita ini.

WowKeren - TNI Angkatan Laut memastikan torpedo KRI Nanggala-402 tidak akan membahayakan proses evakuasi. Pasalnya, TNI AL akan melakukan perhitungan cermat sebelum mengangkat kapal selam tersebut ke permukaan.

"Enggak (bahaya), itu tidak apa-apa. Aman itu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Julius Widjojono di Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Rabu (5/5).

Untuk mencegah torpedo itu meledak, pihak TNI AL tidak akan melakukan evakuasi secara gegabah. "Semuanya dihitung, torpedonya dihitung kemudian kondisinya, seperti itu kan kita tahu, butuh perhitungan yang matang dan tidak gegabah," terang Julius.

Apalagi, torpedo tidak akan meledak begitu saja jika tak kena benturan. "Torpedo kan impact (tumbukan). Kalau enggak impact enggak (meledak)," tegasnya.


Di lokasi yang sama, Laksda TNI Muhammad Ali mengatakan bahwa tidak ada batas waktu untuk mengevakuasi KRI Nanggala-402. "Masalah batas waktu itu tidak bisa tentukan batas waktu karena tergantung medan, situasi," jelas Ali.

Terlebih, menurutnya arus di bawah permukaan laut perairan Bali cukup tak terprediksi. Di perairan itu juga sering muncul internal wave yang bisa membahayakan penyelam maupun kapal selam yang sedang beroperasi. "Di mana di Laut Bali kita ketahui juga ada internal wave yang disampaikan beberapa waktu lalu," pungkas Ali.

Sementara itu, evakuasi KRI Nanggala-402 terbilang sulit dilakukan karena tenggelam pada kedalaman 838 meter. Penggunaan robot sejauh ini menjadi pilihan utama TNI AL karena diperlukan pakaian selam khusus jika mengerahkan pasukan penyelam.

Selain itu, proses evakuasi juga akan dibantu oleh dua kapal Tiongkok yang sudah bergabung dengan kapal SKK Migas di lokasi. Satu lagi kapal Tiongkok juga dikabarkan akan bergabung meskipun waktu pastinya belum diumumkan.

Dengan tenggelamnya KRI Nanggala-402, Indonesia saat ini hanya memiliki 4 kapal selam yang salah satunya tengah diperbaiki di Korea Selatan. Jumlah itu disebut tidak cukup untuk menjaga seluruh wilayah perairan Tanah Air.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts