Vaksin COVID-19 Gotong Royong Segera Digelar, WNA Ternyata Juga Berhak Dapat
Unsplash/Sam Moqadam
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksin Gotong Royong menyasar pemberian vaksinasi COVID-19 untuk kalangan pekerja yang difasilitasi pihak swasta. Namun nyatanya WNA boleh menerima dosis vaksin ini.

WowKeren - Indonesia mulai mempersiapkan program Vaksinasi Gotong Royong untuk mengatasi wabah COVID-19. Salah satunya dengan sudah dipersiapkannya hingga 982.400 dosis vaksin Sinopharm untuk memenuhi kebutuhan Vaksin Gotong Royong.

Untuk diketahui, program ini melibatkan pengusaha dan pihak swasta untuk menyediakan vaksin gratis bagi para pekerjanya. Namun baru-baru ini pula terungkap bahwa pekerja asing alias WNA juga bisa menerima fasilitas yang sama.

Lewat skema Vaksin Gotong Royong, pekerja asing yang sudah menetap di Indonesia ternyata juga berhak mendapatkan jatah. Presiden Joko Widodo mengatur bagi pekerja asing yang sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAS/KITAP) untuk mendapatkan Vaksin dalam skema Gotong Royong.

"Program vaksinasi Gotong Royong ini diharapkan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat," ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito pada Selasa (4/5). Namun Wiku belum menyampaikan detail kapan Vaksin Gotong Royong ini akan digelar.


Perkembangan program vaksinasi ini, dalam teknis pelaksanaannya tengah dikoordinasikan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan PT Bio Farma. Sejauh ini vaksin Sinopharm lah yang akan dipakai untuk program Vaksin Gotong Royong, meski kemungkinan juga akan memakai 5 juta dosis vaksin CanSino.

Sebelumnya sudah beredar kabar vaksin Sinopharm akan dipakai untuk Vaksin Gotong Royong. Hal ini disampaikan bersamaan dengan pengumuman terbitnya izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization / EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Namun sampai saat ini belum ada detail soal program tersebut, termasuk berapa biaya yang diperlukan untuk menebus satu dosis vaksin Sinopharm. Harganya pun sejatinya cukup tidak stabil karena berbeda-beda di beberapa negara.

Variasi harga yang beredar beragam, mulai dari USD30 di Tiongkok sendiri, atau di rentang USD19 di Senegal dan USD36 di Hungaria. Indonesia memang belum menentukannya, namun pemerintah memastikan akan mengintervensi pemberian harga supaya merata.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts