Roket Tiongkok Seberat 21 Ton Bergerak Tak Terkendali dan Berpotensi Jatuh di Area Pemukiman
Flickr/nasahqphoto
Dunia

Roket carrier Long March 5B milik Tiongkok diluncurkan untuk membangun stasiun luar angkasa namun malah bergerak tak terkendali dan kemungkinan jatuh ke Bumi pada Sabtu (8/5).

WowKeren - Salah satu roket yang diluncurkan Tiongkok, Long March 5B, dilaporkan mengalami gangguan fungsi hingga bergerak tak terkontrol dalam perjalanannya. Bahkan roket seberat 21 ton itu dikabarkan bergerak kembali ke Bumi bahkan diperkirakan menghantam pada Sabtu (8/5) mendatang.

Pemerintah Amerika Serikat yang melacak pergerakan roket ini memprediksi Long March 5B bisa jatuh di area pemukiman. Hanya saja, Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS belum bisa mengungkap titik pasti di mana roket itu akan jatuh meski tanggal kapan roket memasuki atmosfer Bumi bisa diperkirakan.

Otoritas berwenang menjanjikan pembaruan hasil pelacakan lokasi roket secara harian di Space Track. Pemerintah juga akan menyediakan informasi-informasi tambahan setiap kali ada perkembangan.

Jubir Mike Howard menyatakan, pihaknya sejauh ini hanya bisa melacak lokasi Long March. "Tetapi titik pasti memasuki atmosfer Bumi tidak bisa dipastikan hingga beberapa jam sebelum roket masuk, yaitu sekitar tanggal 8 Mei," terang Howard.

Long March 5B sendiri merupakan roket carrier milik Tiongkok, yang tentu saja dirancang dengan ukuran yang lebih besar daripada roket pada umumnya. Long March 5B ini diluncurkan dalam rangka membawa Tianhe, bahan pembangun stasiun luar angkasa yang kini tengah dikerjakan Tiongkok.


Peluncuran Long March 5B yang membawa Tianhe ini sendiri dilakukan di Hainan pada 29 April 2021. Namun sejak awal misi ini pun sudah mendapat sejumlah kecaman karena dianggap berbahaya.

"Terakhir kali mereka meluncurkan Long March 5B, mereka membawa bahan yang terlalu besar dan panjang," ujar ahli astronomi Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Jonathan McDowell, kepada The Guardian. "Sehingga malah merusak sejumlah bangunan di Ivory Coast."

"Sebagian besar dari bahan itu terbakar, namun ada pula beberapa bagian logam yang jatuh ke tanah. Kita sangat beruntung tidak ada yang terluka atas peristiwa ini," imbuhnya.

McDowell pun ikut mengomentari soal peluang Long March 5B ini jatuh ke Bumi. Menurutnya, jalur roket akan membawanya ke garis lintang yang kira-kira sejajar dengan New York dan Madrid, serta sejauh selatan Chile dan Wellington Selandia Baru.

Kendati demikian, semua pihak berharap sebagian besar bagian roket bisa terbakar di atmosfer. Sedangkan sisa-sisanya diprediksi jatuh di lautan atau lokasi tak terjamah manusia. "Meski risikonya tetap berbahaya untuk masyarakat atau properti mereka," pungkas McDowell.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts