Polisi Duga Sosok Pemberi Saran Sate Beracun Hanya Imajinasi Pelaku
commons.wikimedia.org/Gunwan Kartapranata
Nasional

Polisi hingga saat ini masih terus mengembangkan dan melacak keberadaan tersangka lain dalam kasus sate beracun. Polisi menduga tersangka lain yang disebut oleh pelaku merupakan sosok imajinasi semata.

WowKeren - Seorang bocah di Bantul, DIY dilaporkan tewas akibat makan takjil yang ternyata mengandung racun di dalamnya. Takjil itu berupa sate yang dibawa oleh ayah korban sepulang kerja.


Polisi telah berhasil menangkap pelaku dan saat ini tengah menahannya dan menyelidiki kasus tersebut. Pelaku mengaku diberi saran oleh seorang temannya untuk mencampur racun pada sate tersebut.

Polres Bantul hingga saat ini masih melacak identitas R, sosok laki-laki yang disebut kenalan sekaligus pemberi saran kepada pelaku berinisial NA. Sebelumnya, NA mengaku bahwa sosok R lah yang memberi arahan atau saran untuk mencampurkan kalium sianida (KCN) ke bumbu sate.

Akan tetapi, polisi seolah-olah menemui jalan buntu untuk mencari keberadaan sosok R ini. Berdasarkan keterangan dari NA, dirinya dan R hanya melakukan kontak secara langsung dan tidak pernah melalui HP. Maka dari itu, polisi menduga sosok R merupakan ciptaan atau hanya imajinasi NA belaka.


"Tidak lewat HP, ngobrol-ngobrol mereka," ujar AKP Ngadi selaku Kepala Satuan Researse Kriminal Polres Bantul saat dikonfirmasi, Rabu (5/5). "Bisa jadi seperti itu, untuk menghilangkan ini, supaya biar ringan (hukuman) atau bagaimana."

Ngadi menuturkan bahwa sampai saat ini jajarannya masih berupaya mencari keberadaan R sejak awal penangkapan NA pada Jumat (30/4) lalu. Keterlibatan R telah dibeberkan oleh pelaku sejak awal proses penyelidikan.

"(Ponsel R) mati sejak Sabtu, setelah NA ketangkap, kontaknya sudah didapat tapi mati HP-nya," terang Ngadi. "Kalau mati kan untuk mengakses data sulit juga, mungkin karena di medsos kan sudah viral."

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga kesulitan menggali identitas R melalui NA. Ngadi menjelaskan bahwa sosok R yang juga merupakan pelanggan salon pelaku sangat tertutup. Sosok R tidak pernah memberikan alamat rumahnya, begitu juga dengan kehidupan pribadinya seperti profesi.

"Keterangan dari NA, dia (R) tidak pernah memberikan alamat rumahnya, namun menurut NA, R ini ingin tahu banyak tentang NA," pungkas Ngadi. "Dia ingin tahu banyak tentang NA, tapi NA ingin tahu banyak tentang R kesulitan."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts