Pegawai SM Diam-diam Tambahkan Nama Istrinya Sebagai Penulis Lirik Lagu EXO, Agensi Bertindak
Musik

Mantan kepala departemen A&R SM Entertainment itu kedapatan menambahkan nama istrinya sebagai penulis lirik untuk lagu-lagu EXO, EXO-CBX, Baekhyun, dan BoA. Dia menambahkan nama istrinya menjadi total 15 lagu.

WowKeren - Penggemar musik K-Pop baru-baru ini dikejutkan dengan laporan bahwa seorang karyawan SM Entertainment A&R (artis dan repertoar) dicopot dari posisinya. Bukan tanpa alasan, hal itu terjadi lantaran pegawai tersebut kedapatan menambahkan nama istrinya sebagai penulis lirik di lagu EXO dan BoA.

Menurut laporan eksklusif dari Dailyan, mantan kepala departemen A&R SM Entertainment itu kedapatan menambahkan nama istrinya sebagai penulis lirik untuk lagu-lagu EXO, EXO-CBX, Baekhyun, dan BoA. Dia menambahkan nama istrinya menjadi total 15 lagu.

Setelah mengetahui hal ini, SM Entertainment telah menangguhkan karyawan tersebut, dan dia sekarang dikenakan tindakan disipliner. Tim A&R (artis dan repertoar) sendiri adalah divisi yang bertanggung jawab untuk menemukan artis, menyusun kontrak, dan mengembangkan artis.

Mereka juga bertanggung jawab atas keseluruhan pekerjaan yang dilakukan agensi setiap hari, seperti perencanaan, produksi, dan promosi artis. Karena bagian dari tanggung jawab tim A&R adalah mengawasi produksi lagu, terkadang mereka mengumpulkan lirik dari penulis lirik dan menyusun kreditnya.


Namun, karyawan SM Entertainment tersebut menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengumpulkan royalti yang bukan miliknya. Karyawan SM Entertainment itu dilaporkan menggunakan tiga nama palsu untuk mencoba menghindari kecurigaan, namun dia masih ditangkap dan saat ini menghadapi tindakan disipliner di dalam perusahaan.

Di sisi lain, SM Entertainment diketahui mengalami penurunan di tahun 2021. Terungkap bahwa SM Entertainment telah diturunkan dari perusahaan blue-chip tingkat atas menjadi bisnis menengah biasa oleh Korea Exchange karena kinerja buruk dan peningkatan kerugian yang cukup besar.

Laporan The Bell menyebutkan bahwa SM diturunkan pangkatnya 13 tahun setelah dipromosikan pada Maret 2008. Menurut kriteria pemilihan Korea Exchange, perusahaan dapat dipromosikan ke level blue-chip jika mereka memiliki modal ekuitas lebih dari 70 miliar won (sekitar Rp891,5 miliar) dan kapitalisasi pasar rata-rata harus lebih dari 100 miliar won (sekitar Rp1,3 triliun) selama enam bulan terakhir. Juga tidak boleh ada penurunan nilai modal, atau ketika total modal perusahaan kurang dari nilai nominal sahamnya.

Rata-rata penjualan tiga tahun mereka juga jauh di atas persyaratan, dengan SM mencatatkan 617 miliar won (sekitar Rp7,9 triliun). Dilaporkan bahwa 2020 adalah salah satu tahun terburuk SM, dengan perusahaan mencatat kerugian bersih 80,3 miliar won (sekitar Rp1,02 triliun), terutama karena efek pandemi global COVID-19.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts