RI Catat Kenaikan COVID-19 3 Hari Berturut-Turut, Kasus Aktif di 5 Provinsi Ini Wajib Diwaspadai
Wikimedia Commons/dronepicr
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia mencatatkan kenaikan kasus positif COVID-19 selama 3 hari berturut-turut. Namun bukan cuma kasus positifnya, kasus aktif terutama di 5 provinsi berikut wajib diwaspadai.

WowKeren - Sudah setahun lebih Indonesia "ditemani" wabah COVID-19 yang tak jua berakhir. Bahkan beberapa waktu belakangan timbul kekhawatiran kasus akan kembali meledak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang memang awam dimaknai dengan perkumpulan keluarga hingga tradisi mudik.

Bahkan Indonesia mencatatkan kenaikan kasus positif 3 hari berturut-turut hingga mencetak rekor tertinggi bulan Mei pada Kamis (6/5) hari ini. Tercatat ada 5.647 kasus positif baru yang dilaporkan, sehingga total kumulatifnya 1.697.305.

COVID-19 Hari Ini Rekor Tertinggi Bulan Mei, Kasus Aktif di 5 Provinsi Berikut Wajib Diwaspadai

Twitter/BNPB_Indonesia

Namun bukan cuma perkara kasus positif, justru kasus aktif alias yang memerlukan perawatan lah yang harus diwaspadai. Apalagi di lima provinsi berikut, yang menurut Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengalami tren kenaikan melampaui kasus aktif nasional.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap, kelima provinsi yang dimaksudnya adalah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Tengah. Untuk penyebabnya, Wiku menyatakan kenaikan tren kasus aktif dibersamai dengan berkurangnya kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan, khususnya dari aspek jaga jarak.


Wiku menuturkan, kepatuhan jaga jarak warga Riau berkurang 5 persen sejak pekan pertama April 2021, yang kini diikuti dengan kenaikan kasus aktif sebanyak 6 persen. "Trennya konsisten selama 4 minggu terakhir," ungkap Wiku dalam konferensi persnya, Kamis (6/5).

Kepri pun mencatatkan hal serupa. Kepatuhan menjaga jarak berkurang 4 persen sejak minggu kedua April, yang kini menunjukkan dampak lewat kenaikan kasus aktif sebesar 8 persen.

Sedangkan di Sumbar terjadi penurunan kepatuhan menjaga jarak sebesar 2 persen sejak pekan ketiga April, yang berdampak pada kenaikan kasus aktif sebanyak 2 persen juga. Sementara Sumsel mencatatkan penurunan kepatuhan menjaga jarak sebanyak 3 persen secara konsisten sejak minggu pertama April, yang berdampak pada kenaikan kasus aktif sampai 2 persen.

Situasi serupa juga terjadi di Sulteng, yakni ada peningkatan kepatuhan menjaga jarak sebesar 3 persen. Alhasil terjadi kenaikan kasus aktif juga sebesar 1 persen.

Sementara terdapat tambahan 5.440 pasien sembuh pada hari ini sehingga total kumulatifnya 1.552.532. Namun juga tercatat kenaikan kasus meninggal sebanyak 147, sehingga sudah lebih dari 46 ribu pasien COVID-19 meninggal dunia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts