Pidato Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Jadi Polemik, Ngabalin: Tidak Ada yang Salah
Instagram/ngabalin
Nasional

Setelah Jokowi menuai kritik karena mempromosikan bipang ambawang atau babi panggang khas Kalimantan Barat, Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin memberi pembelaan seperti ini.

WowKeren - Presiden Joko Widodo tengah menjadi sorotan usai mengajak masyarakat membeli bipang ambawang secara online jika rindu makanan khas daerah saat lebaran. Pasalnya, bipang ambawang merupakan olahan babi panggang yang berasal dari Kalimantan Barat.

Setelah Presiden menuai banyak kritik atas perkataan tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, akhirnya angkat bicara. Menurutnya wajar bagi seorang kepala negara untuk mempromosikan kuliner setiap daerah, termasuk bipang ambawang.

"Tidak ada yang salah. Orang itu muatan lokalnya, makanan khas di situ. Jadi kalau presiden yang ngomong itu dalam memperkenalkan, dalam mempromosikan kuliner daerah, kuliner nusantara, terus apanya yang salah?" kata Ngabalin, dilansir dari Kumparan, Sabtu (8/5).

Karena alasan tersebut, Ngabalin heran dan bertanya-tanya mengapa masyarakat mengkritik Jokowi. "Bipang itu, kan, babi panggang, tuh. Kenapa mesti kita yang tiba-tiba kebakaran jenggot kalau itu keluar dari mulut presiden?" imbuhnya.

Jika masyarakat mempermasalahkan konteks lebaran dalam pidato Jokowi, Ngabalin menjelaskan bahwa budaya mudik tak hanya menjadi milik umat Islam. Sebab menurutnya, budaya ini juga lekat dengan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk umat agama lain.

"Pembantu saya di rumah itu orang Nasrani. Dia mungkin tahu Natal nanti dia tidak mudik. Tapi kesempatan sekarang ini bisa dia gunakan untuk pulang," paparnya.


Dia melanjutkan, "Itu contoh saja meskipun di wilayah timur. Tapi siapa yang bisa menyangka ada orang di Kalimantan Barat mau mudik sebelum tanggal yang ditetapkan pelarangan kemarin, mungkin balik ke Jakarta, Manado, atau Jawa, kemudian ibunya pesan itu karena dengar pesan presiden. Apa yang salah? Atau pesan online, apa yang salah coba?".

Lebih lanjut, Ngabalin mengatakan bahwa bipang merupakan kuliner khas yang biasa ditemukan di sejumlah daerah. Karena itulah ia meminta masyarakat untuk tak lagi meributkan penyebutan bipang ambawang oleh Presiden.

"Bipang, babi panggang khas yang dimiliki keluarga, saudara-saudara kita di Kalimantan Barat, itu lokal. Itu Manado ada, di Medan ada, di Karo ada, di Bali apalagi," bebernya.

"Jadi enggak usah repot, enggak usah pusing, enggak usah habis energi di yang itu. Ini 10 hari Ramadan terakhir, jadi kasih lurus pikiran dan hati. Jangan berpikir sungsanglah," pungkas Ngabalin.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah mengklarifikasi ucapan Jokowi soal bipang ambawang. Menurut Lutfi, pernyataan Jokowi bertujuan untuk mengajak masyarakat membeli produk lokal, tidak bermaksud untuk "menghalalkan makanan yang dilarang dalam agama Islam".

"Berkaitan dengan pernyataan mengenai bipang ambawang, kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan," ujar Lutfi lewat keterangan video, Sabtu (8/5). "Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal."

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts