PM Jepang Mendadak Tegaskan Tak Prioritaskan Olimpiade Tokyo, Pertanda Bakal Dibatalkan?
AP Photo/Hiro Komae
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Sebelumnya PM Yoshihide Suga masih optimis bisa menggelar Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang. Namun kini ia menegaskan tak pernah memprioritaskan olimpiade.

WowKeren - Olimpiade Tokyo yang sudah ditunda sejak tahun 2020 harusnya digelar dalam waktu dekat. Jepang terus mempersiapkan yang terbaik terlepas dari peningkatan kasus COVID-19 di negara tersebut.

Namun baru-baru ini Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, menegaskan bahwa dirinya tak pernah mendahulukan olimpiade di atas kepentingan bangsa. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan hampir 60 persen warga Jepang ingin olimpiade dibatalkan meski pelaksanaannya sudah kurang dari 3 bulan menjelang.

"Saya tidak pernah memprioritaskan olimpiade," tegas Suga dalam rapatnya belum lama ini. "Prioritas saya adalah melindungi nyawa dan kesehatan populasi Jepang. Kita harus mencegah penyebaran virus terlebih dahulu."

Padahal, sebelumnya, Suga cenderung masih bersikap optimis negaranya bisa menggelar olimpiade di tengah ancaman krisis kesehatan yang terjadi. Hal ini seperti disampaikan otoritas resmi Komite Olimpiade Internasional (IOC), yakni panitia dari Jepang dan Suga bersikeras bahwa permainan akan digelar dengan cara paling aman.


Beberapa skenario yang sudah dirancang adalah melarang masuknya penonton asing. Kemudian dalam buku panduan rilisan edisi terbaru dituliskan dengan lengkap langkah-langkah pencegahan dan pengendalian wabah COVID-19 di Olimpiade Tokyo.

Salah satu langkahnya adalah dengan mewajibkan atlet menjalani tes COVID-19 hingga setidaknya 3 kali menjelang masuk Jepang. "Jepang bisa menjadi Tuan Rumah Olimpiade yang aman. Kita akan menggunakan semua kemampuan kita untuk mencegah penyebaran infeksi," tegas Suga pada Jumat (7/5), sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Saat ini Jepang memang dihadapkan dengan lonjakan jumlah kasus positif COVID-19. Hal ini memaksa pemerintah setempat untuk mendeklarasikan status darurat bencana sampai 31 Mei 2021 mendatang. Dengan demikian tersisa hanya sekitar 2 bulan sampai pelaksanaan olimpiade pada 23 Juli 2021.

Meski demikian, sejatinya masalah utama di Jepang adalah perihal vaksinasi COVID-19 yang tergolong jauh lebih lambat ketimbang negara-negara maju lain. Karena itulah, Suga juga sempat menjanjikan siap memvaksin hingga 1 juta warga Jepang setiap harinya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts