Jakarta Masuk Kota Paling Rentan di Dunia, Sebagian Wilayah Diperkirakan Tenggelam pada 2050
pixabay.com/iqbalnuril
Dunia

Dalam penelitian yang diterbitkan oleh lembaga konsultan Verisk Maplecroft pada Kamis (13/5), para peneliti menilai 576 kota terbesar di dunia berdasarkan banyak faktor.

WowKeren - Sejumlah negara di dunia masih berkutat dengan tantangan terkait masalah lingkungan. Dari 100 kota yang menghadapi risiko lingkungan terbesar, 99 kota berada di Asia.

Hal tersebut sebagaimana laporan yang diterbitkan oleh lembaga konsultan Verisk Maplecroft pada Kamis (13/5). Dalam penelitian itu, para peneliti menilai 576 kota terbesar di dunia berdasarkan banyak faktor mulai dari kualitas udara dan air, tekanan panas, kelangkaan air, hingga kondisi infrastruktur terhadap bahaya bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

Laporan itu menyebut Eropa adalah rumah bagi 14 dari 20 kota teraman. Sementara itu, sekitar 1,5 miliar orang tinggal di kota yang menghadapi risiko tinggi atau ekstrem.

Yang mana, kota-kota yang dimaksud banyak terdapat di Asia. Wilayah ini tidak hanya berpenduduk terpadat di dunia tetapi juga memiliki potensi "bahaya alam" berdasarkan kondisi geografis. Untuk kasus ini, laporan itu mencatat sejumlah kota di Jepang yang berisiko gempa bumi, dan banyak kota di Delta Mekong Vietnam sangat rentan terhadap banjir.


Laporan tersebut menempatkan Jakarta, ibu kota Indonesia yang berpenduduk 10 juta orang, sebagai kota paling rentan di dunia terhadap risiko lingkungan. Naiknya permukaan air laut telah menjadikan Jakarta kota yang paling cepat tenggelam di dunia.

Adapun hal tersebut disebabkan karena menipisnya akuifer alami di bawah kota karena orang memompa air keluar dari tanah untuk minum dan mencuci. Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika Jakarta menjadi kota yang sering dilanda banjir. Bahkan sebagian wilayah kota metropolitan ini diperkirakan akan berada di bawah air pada tahun 2050.

Tak hanya itu, pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada di sekitarnya membuat kota ini menderita polusi udara. Situasi yang sangat buruk ini membuat pemerintah Indonesia berencana untuk memindahkan ibukotanya.

Sementara itu, India berada di peringkat terburuk dengan Delhi, Chennand Chandigarh yang menghadapi ancaman terbesar. Kualitas udara yang buruk sebagian besar menyumbang risiko lingkungan yang tinggi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts