Upaya gencatan senjata yang dimediasi beberapa negara atas konflik Israel dan Palestina terus dilakukan. Namun PM Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan terus melanjutkan serangan.
- Elvariza Opita
- Kamis, 20 Mei 2021 - 14:25 WIB
WowKeren - Pejabat senior Hamas Palestina meyakini gencatan senjata antara negaranya dan Israel bisa segera dilakukan. De-eskalasi ketegangan memang harus segera ditempuh menyusul ratusan nyawa yang sudah terenggut paksa akibat peperangan yang terjadi.
"Saya rasa upaya terus-menerus terkait gencatan senjata akan berhasil," tutur pejabat politik Hamas, Moussa Abu Marzouk kepada media Lebanon, Al-Mayadeen TV. "Saya memperkirakan gencatan senjata bisa tercapai dalam 1-2 hari dan gencatan senjata akan didasarkan pada kesepakatan kedua pihak."
Hal senada juga sebelumnya diisyaratkan sumber dari pejabat keamanan Mesir yang tak disebutkan namanya. Menurutnya kedua pihak, dalam hal ini Israel dan Palestina, sudah sepakat untuk melakukan gencatan senjata meski mediasi terkait masih terus dinegosiasikan diam-diam.
Namun ketika dikonfirmasi kepada Israel, Menteri Intelijen Israel Eli Cohen menegaskan pihaknya sama sekali tidak berminat dengan gencatan senjata. "Kami selalu melihat semua tekanan internasional... Kami akan tetap menyelesaikan operasi. Ketika kami sudah menentukan kami akan berjuang mencapai tujuan tersebut," tegas Cohen, dikutip dari Reuters, Kamis (20/5).
Hal senada juga disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Bahkan pada Rabu (19/5) kemarin, Netanyahu bersumpah akan meningkatkan serangan militer di Jalur Gaza dan mengabaikan permintaan Gedung Putih agar mengurangi ketegangan antara dua negara.
Netanyahu menegaskan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Amerika Serikat atas ketegangan Israel dan Palestina. "Tetapi kami akan berjuang untuk mengembalikan ketenangan dan keamanan masyarakat Israel dan terus fokus melanjutkan operasi hingga menemui tujuannya," tegas Netanyahu.
Tak pelak jawaban Netanyahu ini mementahkan semua upaya gencatan senjata yang dimediasi banyak negara demi mengembalikan kedamaian di Palestina dan Israel. Sikap Netanyahu ini sekaligus membuat publik menerka bagaimana kelanjutan hubungan baik Israel dan AS ke depannya.
Sebab, seperti diketahui sebelumnya Presiden AS Joe Biden sudah meminta Netanyahu untuk segera meredam ketegangan Israel dan Palestina. "Kami berharap de-eskalasi secepatnya sebagai upaya untuk gencatan senjata," kata Biden yang disampaikan secara resmi oleh Gedung Putih.
(wk/elva)