Kian Menyebar, Sejumlah Negara Bagian India Umumkan Penyakit 'Jamur Hitam' Sebagai Epidemi
pixabay.com/nonmisvegliate
Dunia

Pada Jumat (21/5) pagi, sejumlah negara bagian seperti Tamil Nadu, Odisha, Gujarat, Telangana, Rajasthan dan wilayah Chandigarh telah menyatakan mucormycosis sebagai epidemi.

WowKeren - Negara bagian India telah diminta untuk melaporkan semua kasus mucormycosis yang disebabkan oleh jamur hitam, kepada departemen kesehatan itu karena infeksi telah menyebar di antara pasien COVID di negara itu. Mucormycosis adalah infeksi jamur yang mengancam jiwa.

Menurut BBC, dokter menilai jika infeksi ini sebagian disebabkan oleh obat steroid yang digunakan untuk merawat beberapa pasien COVID di India. Meskipun steroid dapat membantu mengurangi gejala COVID, namun di lain sisi steroid juga mengurangi aktivitas sistem kekebalan.

Sekretaris bersama di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India, Lav Agarwal, meminta negara bagian di seluruh negeri untuk mencantumkan mucormycosis sebagai penyakit yang dapat diberitahukan di bawah Epidemic Diseases Act 1897. Agarwal mengatakan infeksi jamur hitam "menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang berkepanjangan di antara pasien COVID-19."

Pada Jumat pagi, sejumlah negara bagian di India telah menyatakan mucormycosis sebagai epidemi, menurut The Times of India. Adapun negara bagian yang dimaksud adalah Tamil Nadu, Odisha, Gujarat, Telangana, Rajasthan dan wilayah Chandigarh.


Mucormycosis disebabkan oleh jamur yang disebut mucormycetes, yang dapat ditemukan di tanah dan bahan organik yang telah membusuk. Seseorang bisa terinfeksi jamur ini jika bersentuhan dengan spora jamur.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan bahwa jamur ini tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Namun, bisa berakibat serius jika spora ini terhirup dan menyebabkan infeksi pada organ, terlebih pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Infeksi dapat diobati menggunakan obat antijamur seperti amfoterisin B. Kendati demikian, beberapa infeksi mungkin memerlukan pengangkatan jaringan yang terinfeksi melalui pembedahan.

Jika infeksi terjadi di sinus atau otak, dapat menyebabkan pembengkakan di satu sisi wajah, sakit kepala, lesi hitam di hidung atau bagian dalam mulut dan demam. Jika menyerang paru-paru penderitanya dapat mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri dada, dan sesak napas.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait