Waspada Banjir Rob di Jakarta, Pemprov Diimbau Segera Evakuasi Penduduk
Nasional

Sehubungan dengan potensi banjir rob sebagai akibat terjadinya fenomena gerhana bulan, Sekretaris Komisi D DPRD DKI, Syarif, meminta Pemprov Jakarta untuk segera mengevakuasi warga.

WowKeren - DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob sebagai akibat terjadinya fenomena gerhana bulan total alias super blood moon pada Rabu (26/5) kemarin. Karena itu, Sekretaris Komisi D DPRD DKI, Syarif, meminta Pemprov DKI untuk segera mengevakuasi warga yang tinggal di daerah pesisir.

"Titik genangan rob itu kan tidak bergeser. Seperti Ancol, Muara Baru, Penjaringan. Titik itu harus dimitigasi tingkat gelombang bagaimana, kalau bisa diprediksi, syukur," kata Syarif, dilansir dari detik.com, Kamis (27/5).

Karena itu, Syarief mengimbau Pemprov untuk bersikap tanggap dan segera mengevakuasi warga. Dengan begitu, warga sudah berada di tempat yang aman saat banjir tersebut datang.

"Daerah atensi, harus diperhatikan, seperti Pantai Mutiara, segera dievakuasi sebelum terjadi, enggak seperti yang sudah-sudah. Buru-buru setelah air datang baru evakuasi penduduk," terangnya.

Syarief juga meminta Pemprov untuk menyiapkan pompa layak paki guna mengalirkan air banjir yang menggenang. Namun karena Pemprov DKI kekurangan pompa, Syarief meminta mereka untuk mengutamakan fasilitas publik.


"Rumah dan pompa mobile segera disiapkan di sana, fasilitas publik jangan terganggu. Untuk atensi kawasan, agak susah karena keterbatasan (jumlah pompa). Tapi, fasilitas publik terjaga dulu," jelasnya.

"Satu kawasan perumahan, didatangi dua, tiga empat (pompa) kurang. Kalau fasilitas publik terjaga, bisa kurangi risiko," sambungnya.

Selain itu, Syarief juga berpendapat bahwa banjir rob di Jakarta bisa dikurangi dengan tembok laut yang hingga kini belum selesai dibangun. "Banjir rob itu dengan gaint seawall. Progres-nya saat ini melambat," pungkasnya.

Sebelumnya, BMKG mengingatkan bahwa fenomena gerhana bulan total alias super blood moon berpengaruh pada kondisi pasang air laut maksimum, yang berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah pesisir. Banjir ini berpotensi terjadi pada 26-31 Mei 2021.

BMKG juga mencatat terjadinya peningkatan tinggi gelombang laut yang mencapai 3 meter di sejumlah perairan di Indonesia, seperti di Laut Jawa, Laut Banda, Laut Flores, Laut Arafuru, perairan barat Sumatera, perairan selatan Jawa hingga NTT.

"Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah yang secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar-muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," demikian peringatan BMKG dalam keterangan tertulis di situs resminya, Rabu (26/5).

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts