Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, lantas menduga 'serangan' PDIP ke Ganjar ini telah direstui oleh Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 27 Mei 2021 - 12:57 WIB
WowKeren - Hubungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menaunginya belakangan ini tampak memanas. Diketahui, Ganjar tidak diundang ke acara PDIP di Semarang yang dihadiri langsung oleh Puan Maharani.
Ganjar juga disebut Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto, "kelewatan" dan dianggap terlalu ambisius untuk maju di Pilpres 2024. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, lantas menduga "serangan" PDIP ke Ganjar ini telah direstui oleh Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum.
"Kisruh di PDIP, khususnya antara Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto, dengan Ganjar Pranowo, tampaknya kian memanas," tutur Jamiluddin kepada awak media, Rabu (26/5). "Bambang Wuryanto terlihat makin menyudutkan Ganjar Pranowo."
Menurut Jamiluddin, Bambang "menyerang" Ganjar atas restu Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Hal tersebut tampak dari sindiran yang dilontarkan Puan di pengarahan kader PDIP di Semarang pada Sabtu pekan lalu. Sedangkan Puan diduga telah mendapat restu dari Megawati.
"Puan Maharani juga berani melakukan itu tampaknya sudah ada restu dari ibunya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri," jelasnya. "Tanpa restu Mega, tampaknya Puan tidak senekat itu. Kenapa begitu? Karena sentral di PDIP itu hanya Mega. Semua hal di PDIP bergantung pada Mega."
Lebih lanjut, Jamiluddin menilai bahwa "serangan" kepada Ganjar kemungkinan akan berhenti apabila ia mengurungkan niatnya maju Pilpres 2024. Ganjar diduga "dikucilkan" PDIP demi membuka kesempatan bagi Puan untuk maju sebagai Capres.
"Kalau Ganjar mundur, maka niat mengantarkan Puan untuk nyapres akan terbuka luas. Rencana tersebut tampaknya sudah disiapkan sejak lama," paparnya. "Karena itu, tidak boleh ada kader lain yang menjadi penghalang. Siapa pun penghalangnya, termasuk Ganjar tentu akan dilucuti."
Sebagai informasi, Ganjar merupakan salah satu tokoh yang kerap masuk dalam bursa Capres 2024 dengan elektabilitas tinggi. Namun Bambang Wuryanto menilai elektabilitas tinggi Ganjar saat ini tak lepas dari berbagai pemberitaan media yang masif.
Bambang bahkan mengingatkan bahwa pamor Ganjar saat ini tak lepas dari jasa Puan Maharani di masa lalu. Menurut Bambang, di Pemilihan Gubernur Jateng tahun 2013, elektabilitas Ganjar hanya di kisaran tiga persen. Namun akhirnya, menurut Bambang, elektabilitas Ganjar bisa meningkat karena dukungan besar dari Puan.
(wk/Bert)