Fenomena urbanisasi warga daerah ke Ibu Kota nyatanya tak berkurang meski di tengah pandemi COVID-19, terbukti dari datangnya 15 ribu pendatang dalam 2 pekan sejak Lebaran.
- Elvariza Opita
- Kamis, 27 Mei 2021 - 16:56 WIB
WowKeren - COVID-19 menyebabkan pemerintah menerapkan pembatasan ketat mobilitas warga, termasuk mudik dan urbanisasi yang kerap mengiringi sebelum serta pasca Lebaran. Namun tampaknya fenomena ini tetap tidak terhindarkan di tengah pandemi COVID-19.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat serbuan lebih dari 15 ribu pendatang dari berbagai daerah. Angka ini pun tercatat hanya dalam rentang waktu dua pekan setelah Lebaran.
"Warga non DKI Jakarta yang tiba di ibu kota hingga pagi tadi pukul 08.00 WIB mencapai 16.723 orang," kata Pelaksana Tugas Kepala Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin, Kamis (27/5). Padahal diketahui perjalanan keluar dan masuk Jabodetabek sangat dibatasi akibat pandemi COVID-19.
Fakta lapangan ini pun membuktikan bahwa fenomena urbanisasi warga daerah ke Ibu Kota selepas Hari Raya Idul Fitri masih terjadi. Mereka kebanyakan nekat mengadu nasib di Jakarta demi mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih layak ketimbang di daerah asal.
Biasanya mereka diajak oleh sanak keluarga atau kerabat yang sebelumnya telah menetap di Ibu Kota. Fenomena ini sendiri menjadi salah satu masalah yang terus menuntut penyelesaian di tengah kesenjangan sosial serta ketersediaan lahan di Ibu Kota.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rupanya tak pernah berusaha menutup diri dari para pendatang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan tak ada larangan bagi siapapun yang hendak mengadu nasib ke Ibu Kota, termasuk para pendatang dari daerah.
"Saya garis bawahi bahwa kebijakan Jakarta tidak pernah melarang orang masuk Jakarta," ujar Anies, Senin (17/5) lalu. Penyekatan yang dilakukan di tengah masa larangan mudik Lebaran pun, tutur Anies, hanya sekadar mengecek kesehatan para pemudik yang baru kembali dari kampung halaman.
"Dalam kondisi pandemi, sebelum lebaran kami menganjurkan tidak bepergian, sesudah lebaran kita lakukan pengecekan kepada mereka yang masuk," jelas Anies, dilansir dari Tribun Jakarta. "Jadi, ini bukan pelarangan masuk Jakarta, tapi ini melakukan skrining untuk mendeteksi agar warga Jakarta tidak bepergian, menaati anjuran, mereka terlindungi."
(wk/elva)