Begini Kata Wamenkes Soal Vaksin Sinovac Tak Boleh untuk Syarat Haji
Flickr/38014693@N04
Nasional

Arab Saudi sudah mengizinkan pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah namun dengan persyaratan ketat, termasuk jemaah harus divaksin dengan produk yang sudah mendapat EUL dari WHO.

WowKeren - Arab Saudi sudah membuka pintu untuk jemaah Haji dan Umrah tahun 2021 setelah berhasil melaksanakan ibadah serupa secara terbatas serta ketat tahun lalu. Namun ada satu persyaratan penting, yakni jemaahnya sudah menerima suntikan vaksin COVID-19.

Hanya saja, rupanya vaksin Sinovac tidak masuk kategori vaksin yang diizinkan pemerintah Arab Saudi. Alasannya adalah karena vaksin Sinovac belum termasuk dalam produk yang mendapat emergency use listing (EUL) alias izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lantas apa kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono soal ketentuan dari Arab Saudi ini? Dante pun menerangkan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, namun sampai sekarang belum ada keputusan yang diambil.

"Memang kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama," kata Dante di Rapat Komisi IX DPR RI, Kamis (27/5). "Apakah ada jenis vaksin yang dikeluarkan secara resmi dari Kementerian Kesehatan dengan jenis atau platform tertentu yang membolehkan seseorang bisa naik haji dengan platform tersebut."


"Sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Kementerian Kesehatan tentang platform tersebut," imbuh Dante. Diterangkan lebih lanjut olehnya, Arab Saudi saat ini sudah menetapkan jenis vaksin yang boleh sebagai syarat jemaah Haji dan Umrah, yakni Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca.

Kendati demikian, Dante menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya menunggu konfirmasi dari Kemenag soal jenis vaksin yang boleh digunakan untuk jemaah Haji dan Umrah. Bila sudah ditetapkan, baru Kemenkes akan mengatur langkah strategis selanjutnya termasuk memastikan semua calon jemaah sudah menerima vaksin.

"Nah ini yang masih kita tunggu konfirmasi secara resmi dari Kementerian Agama, karena proses komunikasi antara Kementerian Agama dan pemerintah Arab Saudi mungkin masih berlangsung," ujar Dante. "Dan setelah ada komunikasi resmi tersebut, nanti akan kami lakukan langkah-langkah strategis untuk jemaah Haji dan Umrah."

Di sisi lain, hingga kini Sinovac memang belum mendapatkan EUL dari WHO. Sedianya vaksin ini akan diulas oleh WHO pada akhir Mei 2021. Meski demikian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menegaskan bahwa vaksin Sinovac tetap dipastikan keamanan dan efikasinya walau belum mendapat EUL dari WHO.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait