Vaksin COVID-19 Disebut Mengandung Microchip Magnetis, Begini Penjelasan Kemenkes
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Baru-baru ini muncul spekulasi tentang adanya microchip magnetis di dalam vaksin COVID-19. Setelah spekulasi tersebut beredar luas, Kemenkes memberi penjelasan seperti ini.

WowKeren - Baru-baru ini narasi yang menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 dapat menimbulkan reaksi magnetis ramai dibahas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat menempelkan uang logam pada bagian lengan bekas suntikan vaksin COVID-19. Hasilnya, uang itu menempel erat pada lengan hingga menimbulkan spekulasi tentang adanya microchip magnetis di dalam vaksin tersebut.

Setelah spekulasi tersebut beredar luas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) muncul untuk memberi bantahan. "Ini hoax ya," kata juru bicara vaksin Kemenkes, Siti Nadia Tamizi, kepada awak media, Kamis (27/5).

Nadia memaparkan bahwa vaksin COVID-19 mengandung sejumlah unsur yang langsung menyebar ke seluruh jaringan tanpa menyisakan cairan di titik injeksi. Menurutnya, uang logam yang menempel di permukaan kulit bekas suntikan disebabkan karena cairan keringat.

"Vaksin mengandung bahan aktif dan nonaktif, di mana bahan aktif berisi antigen dan bahan non aktif berisi zat untuk menstabilkan, menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikkan masih baik," jelas Nadia.


Dia melanjutkan, "Ada pun jumlah cairan yang disuntikkan hanya 0,5 cc dan akan segera menyebar di seluruh jaringan sekitar, sehingga tidak ada carian yang akan tersisa di tempat bekas suntikan."

Lebih lanjut, Nadia mengatakan bahwa uang logam pecahan seribu rupiah mengandung nikel yang tidak bisa menimbulkan reaksi magnetis. Karena itulah tidak mungkin uang tersebut bisa menempel pada area yang mengandung magnet.

"Logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab biasanya disebabkan keringat. Pecahan uang logam seribu rupiah terbuat dari bahan nikel dan nikel bukan logam yang bisa menempel karena daya magnet," pungkasnya.

Selain Nadia, ahli Fisika dari National High Magnetic Field Laboratory Amerika Serikat Eric Palm turut memberi bantahan serupa. Menurutnya, jarum vaksin memiliki ukuran yang sangat kecil yakni sepersekian milimeter, sehingga hanya mampu membawa partikel magnetis dengan kadar yang sangat rendah.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts