Aksi Bela Palestina Timbulkan Kerumunan, Polresta Solo Panggil Korlap Dan Orator
pexels.com/Febry Arya/Ilustrasi
Nasional

Masyarakat Indonesia hingga kini masih terus memberikan dukungannya terhadap kondisi Palestina. Warga di Kota Solo menggelar aksi bela Palestina, namun hal tersebut menimbulkan kerumunan, sehingga Polisi memanggil korlap dan oratornya.

WowKeren - Hingga saat ini masyarakat Indonesia masih terus memberikan dukungan terhadap Palestina. Hal itu terlihat dari aksi bela Palestina yang digelar pada pekan lalu di Solo, Jawa Tengah.

Akan tetapi, sangat disayangkan aksi bela Palestina yang digelar di Bundaran Gladak pada Jumat (21/5) itu menimbulkan kerumunan. Maka dari itu, Polresta Solo berencana memanggil dan memeriksa koordinator lapangan (korlap) pada pekan depan.

Pemanggilan dan pemeriksaan tersebut lantaran diduga ada pelanggaran protokol kesehatan dalam aksi bela Palestina itu. "Kami akan memanggil korlap dan orator pada pekan depan," ujar Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Kamis (27/5).

Ade menyampaikan ada dua hal yang akan didalami pihaknya saat melakukan pemeriksaan. Sementara itu, korlap akan dipanggil untuk dimintai keterangannya seputar kronologi terjadinya kerumunan dalam aksi bela Palestina tersebut.


Sedangkan pemanggilan terhadap salah satu orator akan diperiksa terkait dengan materi orasinya dalam aksi demonstrasi tersebut. Menurut Ade, materi dalam orasi yang disampaikannya menyimpang dan justru bersifat menyerang aparat kepolisian secara pribadi. "Yang kami panggil salah satu oratornya karena orasinya menyerang pribadi petugas polisi waktu aksi demo tersebut," lanjutnya.

Di sisi lain, polisi hingga saat ini masih terus mengumpulkan barang bukti terkait dua dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam aksi demo itu. Pengumpulan bukti terus dilakukan sembari menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan orator dan korlapnya.

Sebelumnya, aksi bela Palestina yang digelar di Solo itu berakhir dengan pembubaran paksa oleh pihak kepolisian. Salah satu penyebab dibubarkannya aksi demonstrasi tersebut adalah adanya orasi yang dianggap menyerang pihak kepolisian.

Aksi bela Palestina berjalan lancar selama kurang lebih satu jam. Akan tetapi polisi terpaksa membubarkannya dengan membentuk barisan barikade yang membuat massa akhirnya mundur dan membubarkan diri.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) aksi demo Endro Sudarsono menyebut bahwa ucapan salah satu orator yang dipermasalahkan tersebut di luar sikap resmi dari penyelenggara aksi. Dalam aksi demo tersebut, beberapa tokoh sempat berorasi secara bergantian di mobil komando.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait