Menteri Kesehatan Budi Gunadi menjelaskan bahwa nilai tersebut sebenarnya adalah indikator risiko yang digunakan untuk melihat laju penularan COVID-19 dan respons Pemprov.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 28 Mei 2021 - 15:57 WIB
WowKeren - Pengendalian pandemi virus corona (COVID-19) di DKI Jakarta disebut mendapat nilai E. Nilai tersebut diberikan berdasarkan penghitungan laju penularan, bed occupancy rate (BOR) atau kapasitas keterisian rumah sakit, dan juga penularan kasus.
"Ada beberapa daerah yang kualitas pengendalian pandeminya masuk kategori D, dan ada yang E seperti Jakarta," tutur Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada Kamis (27/5). "Karena di DKI Jakarta bed occupancy rate sudah mulai meningkat, juga kasus tracing tidak terlalu baik."
Kekinian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan permintaan maaf terkait simpang siur nilai E Jakarta tersebut. Budi menjelaskan bahwa nilai tersebut sebenarnya adalah indikator risiko berdasarkan analisa Kementerian Kesehatan yang digunakan untuk melihat laju penularan COVID-19 dan respons Pemprov.
"Saya menyampaikan permohonan maaf dari saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi," tutur Budi dalam siaran langsung di kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (28/5). "Bahwa indikator risiko ini tidak seharusnya menjadi penilaian kinerja di salah satu provinsi yang sebenarnya adalah salah satu provinsi yang terbaik dan tenaga kesehatannya juga sudah melakukan hal- hal yang paling baik."
Lebih lanjut, Budi berharap agar seluruh masyarakat dapat bekerjasama menghadapi pandemi COVID-19. Ia yakin bahwa kerjasama dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin besar dan kuat.
"Saya percaya bila kita orang Indonesia ini, seluruh rakyat Indonesia bisa bekerjasama, tidak bekerja sendiri-sendiri, tidak saling menyalahkan, saya percaya bahwa negara kita, bangsa kita, akan menjadi salah satu negara yang besar," paparnya. "Salah satu bangsa dan negara yang kuat, tidak hanya di Asia, tapi juga di dunia."
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah buka suara atas "nilai E" tersebut. Meski mengaku belum membaca hasil skor penanganan tersebut, Riza berjanji akan segera melakukan evaluasi.
Riza sendiri menilai bahwa BOR maupun okupansi rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta terus menurun yang diiringi dengan peningkatan jumlah kasus sembuh. Riza juga mengklaim bahwa Pemprov DKI Jakarta terus melakukan yang terbaik untuk mengendalikan wabah di wilayahnya.
"Kalau penanganan COVID-19 teman-teman sudah tahu bagaimana penanganan COVID-19 di Jakarta. Bisa lihat angkanya, angka kesembuhan meningkat terus, angka kematian menurun terus ya. Saya tidak bisa menjelaskan. Prinsipnya kita terus meningkatkan fasilitas sarana prasarana," jelas Riza.
(wk/Bert)