Kasus COVID-19 di sejumlah negara tetangga tengah mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Meski demikian, Satgas COVID-19 mengungkapkan bahwa Indonesia tidak menutup akses masuk bagi mereka.
- Wahyu
- Sabtu, 29 Mei 2021 - 10:34 WIB
WowKeren - Belakangan, sejumlah negara di dunia mengalami kenaikan kasus COVID-19. Adapun tiga negara yang mengalami kenaikan atau lonjakan kasus COVID-19 yakni Malaysia, Thailand, dan Jepang.
Meski demikian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan bahwa Indonesia tidak menutup akses masuk bagi warga negara asing (WNA) yang berasal atau habis bepergian dari ketiga negara itu. "Indonesia menerapkan peraturan untuk pelaku perjalanan internasional," ujar Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (28/5).
Wiku menjelaskan bagi pelaku perjalanan, khususnya dari ketiga negara tersebut harus mengikuti sejumlah aturan yang telah ditetapkan pemerintah ketika memasuki wilayah Indonesia. Salah satunya adalah menjalani karantina saat tiba di Indonesia, dan menyiapkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan serta mengikuti pemeriksaan.
"(Menyertakan) surat bebas COVID-19 3x24 jam sebelum jam keberangkatan dan swab PCR saat kedatangan," jelas Wiku. "Dan lima hari pascakarantina."
Seperti yang diketahui, peningkatan kasus COVID-19 mulai terjadi di sejumlah negara tetangga, termasuk ketiga negara tersebut. Malaysia saat ini menempati posisi negara dengan kasus harian tertinggi di Asia Tenggara dengan 7.857 kasus dan 59 kematian yang terlapor pada Kamis (27/5).
Kemudian ada juga Jepang yang tengah menghadapi gelombang keempat COVID-19. Sistem pelayanan kesehatan termasuk dokter dan para tenaga medis mulai kewalahan menghadapi lonjakan pasien COVID-19. Saat ini, Jepang telah mencatat akumulasi kasus hingga 735 orang.
Sedangkan untuk kasus harian di Thailand mulai meningkat dalam beberapa pekan belakangan. Total kasus COVID-19 terkonfirmasi mencapai 143 ribu kasus dengan kasus harian rata-rata 5 ribu per hari.
Sementara itu, di Indonesia sendiri juga tengah mengalami kenaikan kasus COVID-19 karena tingginya mobilitas warga selama masa libur lebaran kemarin. Dari hari ke hari, jumlah kasus COVID-19 terus bertambah. Tidak hanya itu, kasus kematian akibat COVID-19 pun terus bertambah hingga mencapai 50 ribu kasus pada perhitungan Jumat (28/5).
(wk/wahy)