Saat memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Selasa (1/6) hari ini, Presiden Jokowi mengingatkan bahaya ekspansi ideologi transnasional radikal.
- Eva Lestari
- Selasa, 01 Juni 2021 - 12:26 WIB
WowKeren - Pada Selasa (1/6), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Dalam momentum ini, ia meminta masyarakat untuk mewaspadai ekspansi ideologi transnasional radikal yang kian masif.
"Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta-merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan," kata Jokowi dalam pidatonya, seperti yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/6).
Jokowi mengungkapkan bahwa Pancasila dihadapkan dengan meningkatnya rivalitas antar pandangan, nilai dan ideologi. Termasuk soal peningkatan ideologi transnasional yang meningkat pesat di tengah perkembangan teknologi.
Jokowi mewanti-wanti, "Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi."
Dia melanjutkan, "Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat, memasuki berbagai semua lini kehidupan masyarakat, dengan berbagai cara dan berbagai strategi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi."
Jokowi juga berpendapat bahwa ideologi tersebut bisa melampaui standar normal dengan hadirnya konektivitas 5G. "Ketika konektivitas 5G melanda dunia, interaksi dunia juga akan semakin mudah dan cepat," ternya.
"Kemudahan ini bisa digunakan ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu. Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini," sambung Jokowi.
Oleh sebab itu, Jokowi mengatakan bahwa pendalaman nilai-nilai Pancasila tak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa. Menurutnya, masyarakat perlu mempelajari cara baru dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini.
"Sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan. Saya mengajak seluruh aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju yang kita cita-citakan," pungkasnya.
(wk/eval)