Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk mempercepat pengadaan barang dan jasa. Berikut penjelasan lengkapnya.
- Eva Lestari
- Selasa, 01 Juni 2021 - 14:08 WIB
WowKeren - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri bersama Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (KLPP) untuk mendorong pemerintah daerah mempercepat pengadaan barang dan jasa. Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, langkah tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, belanja pemerintah juga diyakini dapat menstimulus pihak swasta. "SE bersama ini menjadi sangat penting karena ini bisa menjadi landasan hukum sekaligus menjadi pegangan bagi daerah dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa," ujar Tito dalam Konferensi Pers di LKPP Jakarta, Senin (31/5).
Tito berharap percepatan tersebut dapat memperbanyak peredaran uang di tengah masyarakat sekaligus mendongkrak daya beli di tingkat rumah tangga. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan lebih cepat.
Dia kemudian meminta kepala daerah untuk meningkatkan belanja modal pada triwulan kedua tahun 2021. "Saya minta teman-teman kepala daerah, tolonglah lihat betul proporsi belanja modal," pinta Mantan Kapolri tersebut.
Lebih lanjut, Tito turut mengingatkan pemerintah daerah untuk menunaikan belanja modal melalui program padat karya. Hal ini bertujuan untuk mengalirkan dana ke lebih banyak pihak, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kendati demikian, ia mewanti-wanti mereka untuk tetap memperhatikan kualitas dan harga barang.
Tito juga menyampaikan bahwa dorongan ini senada dengan arahan Presiden Joko Widodo yang berharap agar tahun 2021 menjadi momentum pemulihan ekonomi secara maksimal. Sebab seperti yang sudah diketahui bersama, perekonomian nasional melemah setelah pandemi virus Corona mewabah.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama 2021 masih berada di minus 0,67 persen. Sementara itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 bisa mencapai 4,5 hingga 5,3 persen.
(wk/eval)