Rencana pagu anggaran Kemendikbudristek 2022 turun jika dibandingkan tahun 2021 ini. Lantas, bagaimana nasib program kerja Kementerian tersebut di masa depan?
- Eva Lestari
- Kamis, 03 Juni 2021 - 16:37 WIB
WowKeren - Rencana pagu anggaran Kemendikbudristek 2022 turun jika dibandingkan tahun 2021 menjadi Rp 73,08 triliun. Dengan pengurangan tersebut, kelanjutan sejumlah program kerja Kemendikbudristek menjadi pertanyaan. Termasuk soal pemberian beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa.
Terkait hal ini, Nadiem memberi jawaban santai dan berjanji akan terus bekerja secara efisien. Sebab Kementeriannya sudah biasa berhemat dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
"Jadi kita, apa pun yang terjadi di situasi pandemi. Kemendikbudristek sesuai arahan Presiden akan terus beroperasi dengan berbagai macam efisiensi seperti hybrid, bekerja dari rumah dan juga dari kantor," ujar Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis (3/6).
Dia melanjutkan, "Di mana kita telah dari 1 tahun ke belakang kita mengalami penghematan yang luar biasa. Jadi itu benar-benar suatu hal yang mungkin kita akan pertahankan sesuai arahan Presiden."
Nadiem mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan efisiensi belanja barang menggunakan teknologi. Langkah ini bisa mendatangkan dua manfaat sekaligus, yakni memulihkan ekonomi nasional sekaligus menunjang akses pendidikan.
"Juga untuk efisiensi belanja barang, menggunakan teknologi, itu jadi tema besar, dan juga reformasi transparansi daripada belanja barang kita. Tentunya terus mendorong ketahanan ekonomi di dalam dunia pendidikan dengan berbagai macam bantuan sosial yang berhubungan dengan pendidikan. Itu juga jadi salah satu kunci pemulihan ekonomi dan pemastian bahwa akses pendidikan masih terjaga," jelas Nadiem.
Nadiem juga memastikan bahwa sejumlah program akan tetap dijalankan. Termasuk pemberian beasiswa yang tidak mungkin dihentikan secara tiba-tiba.
"Sekolah-sekolah kita di luar negeri yang tentunya enggak bisa kita berhentikan pendanaannya, dan juga beasiswa-beasiswa yang sedang berjalan. Beasiswa yang diberikan di dalam dari Kemendikbudristek. Jadi itu harus masih dilanjutkan. Kita enggak bisa berhentikan mereka di tengah-tengah," papar Nadiem.
Lebih lanjut, Nadiem berjanji akan melakukan yang terbaik meski turunnya anggaran tersebut menjadi tantangan besar bagi kementeriannya. "Jadinya poinnya adalah ruang fiskal yang bisa digunakan saat ini untuk program-program prioritas kita, program merdeka belajar, itu sekitar sedikit di bawah Rp 6 triliun," terang Nadiem.
"Jadi ini suatu tantangan besar bagi kami. Tapi kami harap bisa lakukan yang terbaik walaupun dengan berbagai macam batasan tersebut," pungkas Mantan Bos Gojek tersebut.
(wk/eval)