Banyak Nakes Tetap COVID-19 Walau Sudah Divaksin Sinovac, Efek Kebal Kurang Dari 6 Bulan?
flickr/universidadcatolica
Nasional
Vaksin COVID-19

Setidaknya ada ratusan tenaga kesehatan yang positif COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, meski telah menerima suntikan penuh vaksin Sinovac. Kemenkes pun menanggapi fenomena ini.

WowKeren - Vaksin COVID-19 milik Sinovac yang tiba di Indonesia awal tahun 2021 digunakan untuk memberi kekebalan bagi tenaga kesehatan. Namun nyatanya saat ini ada ratusan nakes yang dikonfirmasi positif COVID-19 meski telah menerima dua kali suntikan vaksin.

Lantas apakah ini berarti kekebalan yang diciptakan vaksin Corona Sinovac tidak bisa bertahan lama? Sebab jika nakes menerima suntikan lengkap pada Februari 2021, maka baru berlalu kurang dari 6 bulan.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi pun memberi penjelasan yang ternyata sama sekali bukan berkaitan dengan efek kekebalan yang sudah habis. Nadia mengingatkan bahwa vaksin memang tak bisa menjamin penerimanya seratus persen aman dari potensi penularan virus SARS-CoV-2.

"Enggak (bukan karena masa kekebalan vaksin Sinovac)," ujar Nadia kepada Kumparan, Rabu (9/6). "Karena prokes dan risiko tertular kan tetap ada karena vaksin tidak yang seratus persen (memberi) perlindungan penularan."


Hanya saja suntikan vaksin memberikan perlindungan kepada para nakes dari potensi infeksi virus Corona dengan gejala berat sampai kematian. "Tapi untuk gejala berat dan kematian itu perlindungannya lebih dari 95 persen," terang Nadia.

Karena itulah Nadia kembali mengingatkan kepada para nakes agar tetap patuh pada protokol kesehatan. Sebab risiko penularan COVID-19, baik menularkan maupun tertular, bisa datang bukan hanya dari lingkungan tempat kerjanya tetapi juga dari lingkungan tempat tinggalnya.

"Kan yang baru seratus persen (menjalankan protokol kesehatan) hanya di kalangan nakes (saat bekerja)," pungkas Nadia. "Nakes kan enggak tinggal sendiri."

Sebagai informasi, "gelombang" COVID-19 di beberapa daerah Indonesia saat ini sangat membebani sistem kesehatan karena menyerang para nakes yang bertugas di garda terdepan. Sebagai contoh di Kudus, Jawa Tengah dengan 358 kasus positif COVID-19 pada nakes, atau 49 nakes di Cilacap.

Sejumlah fasilitas kesehatan sampai "lockdown" imbas nakes yang terpapar COVID-19 sehingga mereka tak bisa melayani masyarakat. Kekhawatiran bahwa penularan bukan terjadi di lingkup tempat kerja tetapi di rumah pun belakangan disampaikan oleh sejumlah pihak.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts