CDC Akan Gelar Pertemuan Darurat Bahas Peradangan Jantung Pasca Vaksinasi COVID-19
Unsplash/Mat Napo
Dunia
Vaksin COVID-19

Kasus peradangan jantung tersebut dilaporkan jarang terjadi, tetapi lebih tinggi dari perkiraan. Para penasihat CDC berencana menggelar pertemuan darurat pada 18 Juni 2021 mendatang.

WowKeren - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika (CDC) berencana mengadakan "pertemuan darurat" para penasihatnya pada 18 Juni untuk membahas laporan peradangan jantung pasca pemberian vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna. Kasus peradangan jantung tersebut dilaporkan jarang terjadi, tetapi lebih tinggi dari perkiraan.

Sejauh ini, CDC telah mengidentifikasi 226 laporan yang mungkin memenuhi "definisi kasus kerja" tentang miokarditis dan perikarditis setelah vaksinasi. Sebagian besar telah pulih, tetapi 41 memiliki gejala yang berkelanjutan, 15 masih dirawat di rumah sakit, dan 3 berada di unit perawatan intensif. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari hampir 130 juta warga AS yang telah divaksin secara penuh menggunakan Pfizer atau Moderna.

"Ini perbandingan yang kurang tepat karena sekali lagi, ini adalah laporan awal," tutur pejabat keamanan vaksin CDC, Dr. Tom Shimabukuro, dikutip dari CBS News pada Jumat (11/6). "Tidak semua ini akan menjadi laporan miokarditis atau perikarditis yang sebenarnya".


Shimabukuro mengatakan bahwa temuan CDC sebagian besar "konsisten" dengan laporan kasus langka peradangan jantung yang telah dipelajari di Israel dan dilaporkan dari Departemen Pertahanan AS awal tahun ini. Menurutnya, CDC tengah mengerjakan lebih banyak data dan analisis pada laporan kasus-kasus tersebut menjelang pertemuan darurat para penasihatnya pekan depan. CDC juga berencana untuk menganalisis risiko peradangan jantung yang ditimbulkan oleh penyebaran COVID-19.

Sebelumnya, CDC telah mengungkapkan bahwa laporan peradangan jantung sebagian besar terdeteksi pada pria muda dan remaja laki-laki setelah menerima dosis kedua vaksin. Jumlah kasus yang diamati pada anak berusia 16 hingga 24 tahun juga disebut "lebih tinggi dari yang diharapkan". Bulan lalu, CDC mendesak penyedia untuk "bertanya tentang vaksinasi COVID-19 sebelumnya" pada pasien dengan gejala radang jantung.

"Pertimbangan risiko-manfaat untuk menentukan apakah akan mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat untuk penggunaan vaksin COVID-19 ke individu anak yang sehat perlu memperhitungkan informasi ini," papar Direktur Kantor Vaksin FDA, Dr. Marion Gruber. "Dan pertimbangan risiko-manfaat kemungkinan akan berbeda, tidak hanya dibandingkan dengan pertimbangan risiko-manfaat orang dewasa, tetapi juga mereka mungkin berbeda untuk kelompok pediatrik yang lebih muda versus yang lebih tua."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts