Bahrain Sebut Efikasi Vaksin COVID-19 Sputnik V Tembus 94 Persen, Indonesia Bakal Pakai?
Flickr/[email protected]
Dunia
Vaksin COVID-19

Bahrain mengungkap tingkat kemanjuran alias efikasi vaksin Sputnik V hampir mencapai 95 persen. Namun diketahui pula Sputnik V terus dihadapkan dengan masalah transparansi data risetnya.

WowKeren - Tingkat efikasi atau kemanjuran vaksin-vaksin COVID-19 yang dikembangkan di dunia terus diperbarui. Termasuk di antaranya vaksin Sputnik V buatan Rusia yang oleh Bahrain disebut memiliki tingkat efikasi hingga 94,3 persen.

"Profil keamanannya sangat tinggi," tutur Kementerian Kesehatan Bahrain pada Kamis (10/6). Penentuan ini dilihat dari hasil uji klinis terhadap lima ribu penduduk Bahrain pada Februari hingga April 2021.

"Hasil di lapangan menunjukkan persentase yang lebih baik ketimbang hasil uji klinis vaksin," imbuh Kemenkes Bahrain. Hasil ini pun disambut baik oleh CEO Russian Direct Investment Fund (RDIF) Kirill Dmitriev yang memfasilitasi pengembangan vaksin Sputnik V.

Baik efikasi dan efektivitas vaksin Sputnik V mencapai 94,3 persen dilihat dari reaksi 2 pekan pasca vaksinasi. Dan 99 persen dari mereka yang kemudian terinfeksi COVID-19 menunjukkan gejala yang ringan, "yang mengonfirmasi efisiensi vaksinasi," ujar Dmitriev.


Vaksin Sputnik V dikembangkan oleh Institut Riset Gamaleya di Moskow, Rusia. Meski dikembangkan jauh lebih awal ketimbang vaksin lain, Sputnik V menghadapi berbagai kontroversi terutama terkait dengan transparansi data.

Namun tingkat efikasi yang dilaporkan Sputnik V terus-menerus berada di angka yang tinggi. Seperti pada November 2020 lalu Institut Gamaleya mengungkap tingkat efikasi Sputnik V mencapai 91,6 persen berdasarkan data interim uji klinis fase III.

Saat ini sekitar 3,2 miliar orang siap menerima suntikan vaksin Sputnik V terlepas dari perkara transparansi datanya. Lantas dengan berbagai kontroversi yang mengiringi tingginya efikasi vaksin, akankah Sputnik V turut digunakan di Indonesia?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap saat ini vaksin Sputnik V sedang dievaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Vaksin Sputnik sedang dievaluasi di Indonesia, sudah ada yang didaftarkan di BPOM," terang Ketua Komisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat (11/6).

"Tentu akan kita monitor perkembangannya," sambung Airlangga yang juga Ketua Umum Golkar tersebut. "Karena Sputnik salah satu yang mengatakan sudah siap produksi di Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts