Pakar WHO Sebut Vaksin Corona AstraZeneca dan Pfizer Aman Dicampur
Health
Vaksin COVID-19

Potensi pencampuran merek vaksin COVID-19 terus dikembangkan. Baru-baru ini WHO membuka potensi dosis pertama vaksin AstraZeneca aman diikuti dengan dosis kedua dari Pfizer.

WowKeren - Beberapa negara berencana mencampur vaksin COVID-19 demi mempercepat tercapainya herd immunity juga agar meningkatkan potensi antibodi yang terbentuk. Namun rencana ini menemui banyak pro dan kontra karena dikhawatirkan juga menimbulkan efek samping serius.

Namun baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa ada potensi pencampuran vaksin AstraZeneca dan Pfizer aman dilakukan. Lebih spesifiknya adalah dosis pertama vaksin AstraZeneca yang diikuti dengan dosis kedua dari Pfizer-BioNTech seperti yag dilakukan di India.

Hal ini turut ditegaskan oleh Pejabat WHO Bidang Strategi Manajemen, Alejandro Cravioto, dalam sebuah sesi diskusi daring. "(Pencampuran AstraZeneca dan Pfizer bisa dilakukan) tanpa masalah dari segi efikasi (kemanjuran)," tutur Cravioto, dikutip dari CGTN, Senin (14/6).

Sebelumnya studi pendahulu sudah dilakukan peneliti Eropa sepertinya di Spanyol, Inggris, dan Jerman. Namun hipotesis ini dibuktikan lewat hasil di lapangan yang terjadi di India karena terbatasnya jumlah serta merek vaksin COVID-19 yang dimiliki.


Bahkan pencampuran kedua jenis vaksin ini disebut-sebut meningkatkan kemampuan proteksi terhadap virus Corona dalam kadar dua kali lebih tinggi. Efikasi penyuntikan vaksin Pfizer yang menjadi dosis kedua setelah AstraZeneca meningkatkan efikasinya sampai 97 persen.

Meski demikian, WHO menegaskan bahwa rekomendasi ini belum bisa diimplementasikan secara global karena datanya masih terbatas serta peluang pencampurannya pun masih sedikit. "Kita memiliki 15 jenis vaksin yang digunakan di negara-negara yang berbeda," ujar Direktur Imunisasi, Vaksin, dan Departemen Biologi WHO, Katherine O'Brien.

Namun WHO menyadari bahwa pencampuran ini kemungkinan bisa dilakukan ketika teknologi pengembangan kedua vaksin begitu berbeda. "(Dengan metode pengembangan yang berbeda) Kedua jenis vaksin menstimulasi sistem imunitas Anda untuk mengembangkan antibodi melawan (protein) duri (virus Corona)," terang O'Brien.

"Jadi dengan prinsip dasar bagaimana vaksin bekerja, kami menduga bahwa pencampuran (vaksin) mungkin saja bekerja. Namun sangat penting untuk mendapatkan data yang jelas, sampai ke detail bagaimana respons imun yang timbul atas penyuntikan dosis kedua vaksin yang berbeda dengan merek penyuntikan pertama," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts