Ridwan Kamil Minta Tunda Sekolah Tatap Muka Usai Bandung Raya Siaga Satu COVID-19
Twitter/ridwankamil
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Pemerintah pusat mendorong pembukaan sekolah tatap muka mulai Juli 2021. Namun Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta penundaan lantaran COVID-19 di wilayahnya tengah meroket.

WowKeren - Lonjakan kasus COVID-19 tengah dihadapi di sejumlah daerah, termasuk Jawa Barat. Atas dasar itu pula Gubernur Jabar Ridwan Kamil lantas meminta agar sekolah tatap muka ditunda saja dari rencana semula pada Juli 2021 mendatang.

"Sekolah tatap muka kita tunda dulu," ujar Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/6). Pada kesempatan itu, Emil, demikian biasa ia disapa, menyebut bahwa sekolah tatap muka tidak bisa dibuka di zona merah COVID-19, yang bahkan ada 2 wilayah di Bandung Raya.

"Khususnya yang zona merah, itu mah pasti tidak boleh," jelas Emil. Untuk informasi, dua zona merah di Bandung Raya adalah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Bahkan pada kesempatan tersebut, Emil menyebut wilayah Bandung Raya masuk status sigaa satu COVID-19. "Wilayah Bandung Raya kami nyatakan siaga satu COVID," tutur mantan Wali Kota Bandung itu.


Bukan cuma karena dua wilayah besar yang dikonfirmasi zona merah alias berisiko tinggi penularan COVID-19, perkara tingkat keterisian rumah sakit juga menjadi alasan mengapa Bandung Raya kini siaga satu. Disebutkan Emil, tingkat keterisian rumah sakit di Bandung Raya sudah di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang di kisaran 60 persen.

"Kemudian wilayah Bandung Raya ini keterisian rumah sakit sudah melebih standar WHO dan nasional, yang di angka 70 persen," jelas Emil. "Sementara Bandung Raya ini sudah di angka 84,19 persen."

Sebagai informasi, pemerintah mendorong pembukaan sekolah tatap muka mulai Juli 2021 yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Namun Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa sekolah tatap muka yang dibuka mulai Juli mendatang berbeda dari biasanya, seperti penjelasan di sini.

Pembukaan sekolah tatap muka pun masih disesuaikan dengan sejumlah parameter, termasuk risiko COVID-19 dari sebuah daerah. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang diteken pada 14 Juni 2021, zona merah COVID-19 diminta menggelar sekolah secara daring saja.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts