Tiongkok Akui Ada Kerusakan di PLTN Taishan Namun Tegaskan Tak Ada Kebocoran Radioaktif
AP Photo
Dunia

Kementerian Ekologi dan Lingkungan mengatakan terjadi peningkatan radiasi di dalam reaktor Nomor 1 di PLTN Taishan di Guangdong. Namun berhasil dihambat oleh penghalang.

WowKeren - Pemerintah Tiongkok akhirnya buka suara menanggapi insiden kebocoran di salah satu reaktor nuklir yang ada di PLTN Taishan. Mereka mengakui jika memang ada tangki bahan bakar yang rusak di salah satu reaktornya.

Meski demikian, mereka menegaskan bahwa tidak ada kebocoran zat radioaktif. Kementerian Ekologi dan Lingkungan mengatakan jika memang terjadi peningkatan radiasi di dalam reaktor Nomor 1 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Taishan di provinsi Guangdong. Namun berhasil dihambat oleh penghalang.

Pemerintah Hong Kong mengatakan sedang mengawasi pabrik tersebut dan meminta rincian kepada pejabat di Guangdong setelah Prancis melaporkan peningkatan "gas mulia" di reaktor pada awal pekan ini. Para ahli mengatakan bahwa batang bahan bakar pecah sehingga menyebabkan gas radioaktif yang dihasilkan selama fisi nuklir bocor. Kementerian mengatakan regulator akan mengawasi langkah-langkah untuk mengendalikan tingkat radiasi di dalam reaktor.


Lima dari 60.000 batang bahan bakar di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Taishan diperkirakan terpengaruh, kata Kementerian Ekologi dan Lingkungan. Yang mana, kerusakan ini dianggap masih normal dan tidak menimbulkan risiko kebocoran radiasi ke lingkungan. Tingkat radioaktivitas yang lebih tinggi masih dalam kisaran operasi yang stabil.

Badan keselamatan nuklir membantah laporan CNN awal pekan ini yang menyebut bahwa mereka telah menaikkan batas radiasi yang dapat diterima di luar pabrik Taishan. Yang mana, langkah ini dilakukan untuk menghindari penutupan fasilitas itu. Mereka telah meninjau dan menyetujui batas yang relevan dari radioaktivitas spesifik gas inert dalam pendingin reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Taishan.

Laporan terkait dugaan kebocoran ini sempat menimbulkan kekhawatiran di Hong Kong. Kepala keamanan kota, John Lee, mengatakan bahwa badan keselamatan nuklir negara bagian memberitahu bahwa pabrik itu aman.

Pabrik Taishan, yang mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2018, dimiliki oleh China Guangdong Nuclear Power Group dan Electricite de France. EDF memiliki 30 persen saham sedangkan 70 persen sisanya dimiliki perusahaan Tiongkok General Nuclear Power Corp.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts