PBB 'Mengamuk' Buntut Israel Serang Lagi Gaza Walau Sudah Gencatan Senjata Dan Ganti PM
AP
Dunia

Israel dan Hamas Palestina sudah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang tampaknya pudar menyusul kembali meningkatnya ketegangan antara kedua kubu pekan ini.

WowKeren - Gejolak antara Israel dan Palestina, tepatnya dengan kelompok militan Hamas, terus berlangsung walau sudah sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 20 Mei 2021 lalu. Bahkan baru-baru ini Israel dilaporkan kembali melepaskan serangan ke Jalur Gaza yang kemudian dibalas dengan penerbangan balon api.

Israel sendiri berdalih bahwa serangan yang mereka lakukan sebagai pembalasan karena Palestina sebelumnya juga sempat mengirimkan balon api. Namun Palestina pun ikut berdalih aksinya dilakukan karena kaum ultranasionalis di timur Yerusalem, sehingga kini kedua kubu kembali saling berbalas serangan.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN) Antonio Guterres rupanya ikut naik pitam dengan aksi saling berbalas serangan ini. Pada Rabu (16/6) waktu setempat, Guterres mendesak seluruh pihak untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata, termasuk dari pihak Israel dan Hamas Palestina itu sendiri.

Hal ini sebagaimana disampaikan Deputi Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, dalam siaran pers rutinnya. "(Dirjen Guterres) menunjukkan perhatian lebih untuk kekerasan yang terjadi baru-baru ini," ujar Haq, dikutip dari CGTN, Kamis (17/6).


"(Dirjen) ingin melihat semua pihak mempertahankan gencatan senjata," tegas Haq melanjutkan. "Dan harus diperkuat demi memberi ruang bagi otoritas terkait menyusun regulasi untuk menstabilkan situasi."

Israel memang sudah terang-terangan menyampaikan niatnya melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Padahal eskalasi ketegangan antar dua kubu sudah mereda setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Mesir serta sejumlah negara lain.

Pada Rabu (16/6) sepanjang malam, Israel melakukan serangan ke persenjataan Hamas di Kota Khan Yunis, bagian selatan Jalur Gaza. "Hamas bertanggung jawab atas semua kejadian di Jalur Gaza dan pasti akan menerima konsekuensi atas aksi mereka," tegas Israel dalam pernyataannya.

Padahal Israel diketahui juga baru saja mengganti Perdana Menteri-nya dan mengakhiri rezim Benjamin Netanyahu. Namun pelantikan PM Naftali Bennett sendiri memang diyakini tak akan mengubah banyak kondisi di antara negaranya dengan Palestina.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts